Modul Seni Rupa SMP VII

MODUL SENI RUPA SMP VII

Penulis : M. Wisnu Jadmika, S.Pd. (Guru SMAN 1 Bayat)

BERKARYA SENI RUPA

A.  GAMBAR BENTUK

Gambar bentuk adalah menggambar objek benda yang diwujudkan di atas bidang gambar melalui kemahiran tangan dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang. Menggambar bentuk pada dasarnya merupakan suatu kegiatan menggambar yang objek gambarnya berupa bentuk suatu benda. Di dalam menggambar bentuk benda yang perlu diperhatikan antara lain : bentuk  benda tersebut,  proporsi benda, komposisi, persfektif benda dan bayangan benda.

bentuk benda

Dalam menggambar bentuk tiga dimensi kita perlu berlatih menggambar bentuk dasar seperti lingkaran, kubus, dan silinder.

1.    Unsur-Unsur Seni Rupa

Unsur-unsur seni rupa merupakan bagian terpenting dalam membuat suatu karya. Unsur seni rupa adalah semua bagian yang mendukung terwujudnya suatu karya seni rupa. Unsur seni rupa dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu unsur fisik dan unsur phikis. Unsur-unsur yang bersifat fisik : titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur dan warna. Sedangkan unsur yang bersifat phikis : perasaan, pandangan, pemikiran, gagasan atau karakter yang terungkap dalam karya seni tersebut. Unsur ini tidak dapat dipahami secara visual melainkan hanya dapat dirasakan saja. Dalam suatu karya seni rupa, unsur-unsur tersebut di atas disusun dan dipadukan menurut prinsip-prinsip tertentu seperti kesatuan, keseimbangan dan irama, sehingga mampu mengekspresikan perasaan, pandangan dan karakter pembuatnya dalam sebuah karya seni. Menggambar bentuk benda juga harus memperhatikan unsur-unsur tersebut.

a.  Titik;  atau sering disebut noktah adalah unsur terkecil dalam pembuatan suatu karya.

b.  Garis ; merupakan sekumpulan titik-titik yang memanjang. Garis terdiri dari dua macam yaitu garis lurus dan garis lengkung. Kedudukan garis antara lain horizontal, vertikal, miring, serong. Sedangkan yang dimaksud dengan intensitas garis adalah tebal dan tipisnya garis.

Garis merupakan salah satu unsur utama dalam menciptakan suatu karya, karena garis digunakan sebagai dasar pembentukan gambar bidang, bentuk, atau tekstur. Dalam perkembangannya garis menjadi lebih beragam misalnya garis luirus menjadi garis lurus patah-patah beraturan, zig-zag, dan bergerigi. Garis lengkung menjadi patah lengkung beraturan, patah lengkung tak beraturan, dan bergelombang.

Macam-macam titik

Macam-macam titik

Macam-macam garis

Macam-macam garis

Karakter antara garis lurus dan garis lengkung sangat bertentangan. Karakter garis lurus adalah stabil, statis, tegas, kaku, kuat, kokoh, tajam, tegar, sportif, konstruktif, maskulin, jantan, rapi. Sedangkan karakter garis lengkung adalah alami, lembut, lemah, luwes, feminim, lunak, layu, lentur (plastis), gemulai, acak, dinamis, elegan.

c.  Bidang (Shape);  sebuah garis yang bertemu ujung pangkalnya akan membentuk sebuah bidang. Demikian juga  beberapa garis yang saling potong satu sama lain akan membentuk beberapa bidang. Seperti halnya garis, bidang juga mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda. Misalnya bergelombang datar mengesankan gerak labil dan sebagainya. Perbedaan sifat yang nyata antara garis dan bidang terletak pada kekuatannya memberi illusi, suatu bidang akan lebih mengarah pada sifat yang mendimensi.

bidang bidang tidak beraturan

d.  Bentuk (Form); adalah merupakan ciri setiap benda, baik itu benda buatan manusia maupun benda yang berasal dari alam. Bentuk ini dapat berarti bentuk bangun atau bentuk plastis (form).

Bangun                      : bentuk benda yang polos seperti yang terlihat oleh mata.

Bentuk plastis        : bentuk benda sebagaimana terlihat dan terasa karena adanya unsurenilai (value) gelap terang.

Sehingga kehadiran benda itu tampak terasa lebih hidup dan memainkan peranan tertentu dalam lingkungannya.

e.  Tekstur;   adalah nilai raba dari suatu permukaan bidang. Tekstur dibedakan menjadi dua, yaitu tekstur nyata dan tekstur semu.  Tekstur nyata      yaitu nilai raba dari suatu permukaan benda yang benar-benar nyata sesuai dengan kelihatannya. Contoh permukaan bidang kaca kalau kita lihat akan kelihatan halus setelah kita raba ternyata benar-benar halus.  Tekstur semu    yaitu suatu nilai raba dari suatu permukaan benda yang tidak sesuai dengan kelihatannya. Contoh permukaan suatu bidang kelihatan kasar tetapi setelah diraba ternyata permukaannya halus.

tekstur

f.  Warna;  telah menjadi bagian kehidupan manusia sehari-hari yang dapat kita lihat dalam berbagai perabotan, pakaian, rumah, makanan, lingkungan, bahkan tubuh manusia sendiri mempunyai warna. Warna merupakan unsur seni rupa yang paling menonjol, yang sangat penting dan telah diakui sebagai salah satu wujud keindahan yang dapat dicerap oleh mata manusia. Kehadiran warna menjadikan benda dapat dilihat, dan melalui unsur warna orang dapat mengungkapkan suasana perasaan atau watak benda tersebut. Warna juga menunjukkan sifat dan watak yang berbeda-beda bahkan bervariasi yang sangat banyak. Berdasarkan sifatnya kita dapat menyebutkan  warna muda, warna tua, warna terang, warna gelap, warna redup, warna cemerlang. Warna dilihat dari macamnya antara lain ; kuning, merah, biru, hijau, jingga, dll. Warna dilihat dari watak atau karakternya antara lain warna panas, warna dingin, warna lembut, dan warna  kontras.

Lingkaran warna

Lingkaran warna

Warna adalah berupa pigmen yang mempunyai sifat yang khas apabila disinari akan memantulkan sifat tersebut dan mewakili dirinya, sifat merah menjadi warna merah. Warna adalah kesepakatan perjanjian atau lambang, contohnya seperti di bawah ini.

Merah        : berani, semangat, gairah, cinta.

Orange      : kering, gersang, kebahagiaan, kegembiraan, ranum.

Kuning       : emas, kemuliaan, keagungan, kemewahan, biasa, cemburu, iri,

benci, ragu-ragu, layu, gugur.

Hijau          : muda, pertumbuhan, perkembangan, harapan, sejuk,makmur,

kemenangan.

Biru            : kesetiaan, kebenaran, kesungguhan,dalam, misteri.

Ungu         : kemewahan, kebesaran, duka cita.

Putih          : suci, kosong, bersih, lahir, tak berdosa, menyerahkan diri.

Hitam        : kegelapan, misteri, kematian, ketegasan, kewibawaan,

kesungguhan, abadi.

Warna terjadi karena pembiasan cahaya pada wujud ‘prismatik’ yang menimbulkan spectrum pelangi. Oleh karena itu, tanpa adanya cahaya, tidak akan terbentuk warna. Salah satu teori warna yang terkenal adalah lingkaran warna yang diciptakan oleh Moses Harris pada tahun 1766 yang dirangkum dari warna primer.

Menurut Brewster, warna secara umum dapat digolongkan menjadi tiga kelompok utama antara lain sebagai berikut.

1)    Warna primer  adalah warna dasar atau warna pokok yang terdiri dari warna merah, biru, dan kuning.

2)    Warna sekunder adalah warna hasil pencampuran seimbang dari warna primer satu dengan lainnya. Warna sekunder terdiri dari warna hijau, jingga, dan ungu

3)    Warna tersier adalah warna hasil pencampuran warna-warna skunder, atau pencampuran warna primer dengan warna sekunder. Contoh warna sekunder adalah warna ungu kemerahan, ungu kebiru-biruan, hijau kebiru-biruan, hijau kekuning-kuningan, jingga kekuning-kuningan, jingga kemerah-merahan.

Percampuran warna primer menjadi warna skunder

Percampuran warna primer menjadi warna skunder

Selain tiga kelompok warna utama di atas juga masih dapat ditemukan kelompok  warna yang lain, yaitu sebagai berikut.

1)    Hue;  Macam-macam warna dalam satu jenis warna, misalnya jenis warna merah memiliki macam-macam warna seperti : merah darah, merah jambu, merah rose, merah hati, merah jernih, merah jingga, merah muda, dll.

Warna hue

Warna hue

2)    Value (Gelap Terang) ; Value adalah tingkat gelap terangnya warna. Warna yang paling terang adalah putih dan yang paling gelap adalah hitam.

3)    Intensitas Warna (Intensity) atau Kualitas Warna;   adalah merupakan tingkat kecerahan atau kemuraman warna. Warna yang cerah adalah warna yang mempunyai kecerahan sinar (spotlight) dan warna yang muram adalah warna yang kusam atau warna yang tidak berkesan memancarkan  sinar.

4)    Kontras (Contras);  warna kontras adalah warna yang saling bertentangan atau bertolak belakang tingkat gelap terangnya.

Warna kontras

Warna kontras

5)    Komplementer (Complement); warna komplementer adalah warna yang apabila dicampur antara dua warna akan menjadi gelap/kelabu/hitam kusam. Misalkan ; merah x hijau, biru x jingga, kuning x ungu

6)    Monokrom (Monocrome); warna monokrom adalah warna yang masih sejenis atau masih sekeluarga. Warna monokrom contohnya adalah keluarga warna merah, maka terdiri dari warna : merah hitam, merah coklat, merah gelap, merah jernih (primer), merah muda, merah jambu, merah jambu muda, dan seterusnya.

7)    Monoton (Monotone); warna monoton adalah warna yang memiliki gelap terang yang senada. Contoh warna monoton adalah warna-warna gelap seperti coklat, hijau tua, biru tua, dan merah tua. Warna-warna terang seperti warna cream, kelabu, kuning gading, pink, biru laut, dan hijau pupus.

8)    Analog (Warna berdekatan); warna analog adalah warna-warna yang tidak kontras dan komplementer, dan jika dicampur menjadi warna yang bagus/matang. Contoh analog warna adalah warna biru berdekatan dengan warna merah/ungu/merah keunguan atau biru berdekatan dengan kuning/hijkau/hijau kekuningan.

9)    Warna Hangat-Dingin (Colour Condition); warna hangat adalah warna yang mengandung warna merah/warna yang terang. Warna dingin adalah warna yang mengandung warna biru/putih atau redup.

2.    Prinsip-Prinsip Seni Rupa

Penciptaan suatu karya seni selain menggunakan unsur-unsur seni juga menggunggunakan pertimbangan yang sangat mendasar yaitu penggunaan dan pengaturan kaidah-kaidah seni rupa yang disebut dengan prinsip-prinsip seni yang sering disebut dengan komposisi.

a.  Proporsi

Proporsi (perbandingan) yaitu unsur kesebandingan ideal yang dapat dicerap oleh persepsi pengamat sehingga terjadi keseimbangan harmonis objek gambar. Salah satu teori klasik zaman Yunani yang tetap dipakai hingga sekarang dikenal sebagai Golden Ratio yang diterapkan pada bangunan Parthenon, yaitu perbandingan lebar dan panjang = 1 : 1,6. teori ini di abad ke-19 dikenal sebagai Golden Section.

Golden section

Golden section

Pengaturan perbandingan dan cara penempatan ukuran bagian-bagian benda atau perbandingan benda satu dengan lainnya dengan tepat akan sesuai dengan proporsi benda yang ideal. Pengaturan dan penempatan ukuran yang tepat dan harmonis akan menciptakan suatu karya seni yang serasi dan sempurna.

Perbandingan ideal manusia

Perbandingan ideal manusia

Perbandingan tinggi manusia

Perbandingan tinggi manusia

Beberapa perubahan bentuk tersebut, yaitu :

1)    Stilasi

Stilasi atau peng-gaya-an adalah sebagai langkah peng-gaya-an bentuk, pengembangan yang memperindah, tetapi sifat-sifat pokok atau karakter objeknya tetap.

Stilasi pohon hayat

Stilasi pohon hayat

Stilasi pohon

Stilasi pohon

2)    Distorsi

Distorsi atau penyimpangan ialah sebagai langkah penggeliatan, melebih-lebihkan, menyangatkan bentuk sehingga menguatkan karakter.

Lukisan bergaya distorsi

Lukisan bergaya distorsi

Lukisan bergaya distorsi

Lukisan bergaya distorsi

3)    Deformasi

Deformasi atau pemisahan ialah mengubah atau memisahkan-misahkan bagian-bagian bentuk tetapi tidak meninggalkan kesatuan atau keselarasan.

Lukisan bergaya deformasi

Lukisan bergaya deformasi

b.  Balance

Balance (keseimbangan)  yaitu pengaturan unsur-unsur seni yang dapat menciptakan suatu perbandingan dan intensitas sebanding yang bertitik pusat pada suatu tempat sehingga terdapat keseimbangan dari unsur-unsur yang digunakan. Keseimbangan ada dua macam yaitu keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris.

Balance pada lukisan pemandangan

Balance pada lukisan pemandangan

c.  Unity

Unity (kesatuan) merupakan unsur-unsur seni yang dimanfaatkan dalam suatu karya, terkait dalam kaidah-kaidah yang menimbulkan suatu ketergantungan. Apabila kaidah-kaidah tersebut ada yang lemah atau hilang maka akan tercipta karya yang tidak serasi. Untuk itu hubungan yang kuat dan erat dari kaidah-kaidah seni tersebut akan menciptakan karya seni yang sempurna.

lukisan unity

d.  Rytme

Rytme (irama) adalah merupakan pengulangan unsur-unsur secara konstan (teratur, continue, rutinitas) dan terjadinya suatu proses perubahan atau perpindahan unsur-unsur yang tidak begitu jelas.

lukisan unity

Unity dalam sebuah lukisan

Unity dalam sebuah lukisan

e.  Point of Interest

Point of Interest (pusat perhatian) secara menyeluruh dan keutuhan karya terdapat unsur seni yang sengaja diperkuat intensitasnya dan memberikan suatu unsur pusat perhatian yang dapat mendominasi dari unsur keseluruhan dan tidak  mengganggu kesempurnaan.

point of interest pada lukisan

point of interest pada lukisan

Kupu jadi point of interest

Kupu jadi point of interest

f.  Harmoni (Keselarasan)

Timbulnya suatu keselarasan unsur-unsurnya dan tidak saling tenggelam dan menonjol sehingga dalam karya tersebut unsurnya saling mendukung juga terkait satu dengan yang lain.Harmoni dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu harmoni langsung dan harmoni tidak langsung.

1)    Harmoni langsung

Harmoni yang langsung terlihat dari unsur seni yang telah serasi, misalnya harmoni yang diperoleh keselarasan garis-garis, keserasian warna, keseimbangan bentuk.

2)    Harmoni tidak langsung

Harmoni yang dicapai lewat pertimbangan pikir  terhadap objek-objek karya yang ditampilkan, misalnya lukisan alam benda yang berupa alat kebun, maka akan serasi apabila terdiri dari lukisan barang atau alat yang digunakan untuk berkebun, diantaranya pipa air, sabit, gunting tanaman, cangkul, skop, pupuk, kursi kebun, dan sebagainya.

Lukisan Georges Seurat

3.    Menggambar Bentuk Benda

a.  Menggambar bentuk benda silindris

Menggambar bentuk benda silindris adalah menggambar bentuk benda-benda yang memiliki bentuk dasar silindris. Bentuk benda silindris itu seperti gelas, botol, tabung, ember, porong, termos, pensil, bola.

Bentuk silindris

Bentuk silindris

Bentuk silindris

Bentuk silindris

Gelas kaca

Gelas kaca

Menggambar gelas silindris

Menggambar gelas silindris

Menggambar botol

Menggambar botol

b.  Menggambar bentuk benda kubistik

Gambar kubistis adalah gambar bentuk dengan bentuk-bentuk kubistis. Bentuk benda kubistis itu seperti lemari, koper, balok es, batu bata, buku, bangunan gedung, televisi, radio, komputer dan kotak.

Benda kubistik almari

Benda kubistik almari

Contoh benda kubistik

Contoh benda kubistik

c.  Menggambar Bentuk Benda Bebas

Bentuk benda bebas adalah bentuk benda yang tidak beraturan. Bentuk benda ini seperti sayur-sayuran, daun-daunan, kain, pakaian, dan buah-buahan.

B.  MEMBUAT DESAIN BATIK

Sebelum kita membuat karya tiga dimensi terlebih dahulu kita harus membuat rancangan atau desain. Orang yang membuat rancangan atau desain disebut dengan desainer. Membuat desain atau membuat gambar rancangan sangat penting untuk menentukan bentuk awal karya seni tiga dimensi yang akan kita buat. Di dalam merancang benda pakai kita harus memperhatikan : kegunaan/fungsi, kenyamanan, keamanan, dan keindahan.

Membatik

Membatik

Membatik

Membatik

Pembuatan desain motif batik Yogyakarta, pada dasarnya sama dengan pembuatan desain motif batik daerah lain. Pembuatan batik di daerah Yogyakarta dikerjakan dengan teknik batik tulis halus dengan teknik pewarnaan soga. Pembuatan desain motif yang perlu diperhatikan adalah pembuatan motif pokok, membuat isen-isen pada motif pokok, dan memberi motif tambahan untuk menyeleraskan motif batik tersebut.

a.    Membuat Desain Motif Pokok

Motif pokok pada desain motif batik biasanya akan menjadi nama motif tersebut. Nama-nama motif batik di daerah Yogyakarta seperti parang rusak, garuda ageng, kawung, sembagen huk, sidomukti, sidodadi, madubranta, camukiran, dan udan liris. Disebut motif pokok karena motif tersebut menjadi motif inti dari keseluruhan pola pada batik.

Motif batik sidomukti

Kegunaan        : digunakan untuk upacara perkawinan dipakai oleh sepasang pengantin.

Unsur motif     : gurda

Filosofi             : diharapkan selalu dalam kecukupan dan kebahagiaan

Zat warna        : soga alam

Motif batik sido mukti

Motif batik sido mukti

Sido berarti terus menerus atau menjadi dan mukti berarti hidup dalam kecukupan dan kebahagiaan. Dengan demikian motif ini melambangkan harapan akan masa depan yang baik, penuh kebahagiaan untuk kedua mempelai.

Motif batik parang rusak

Kegunaan        : sebagai kain panjang

Unsur motif     : parang, mlinjon

Filosofi             : parang menggambarkan senjata, kekuasaan. Ksatria yang menggunakan diharapkan kekuatannya berlipat ganda.

Zat warna        : soga alam

Motif parang rusak

Motif parang rusak

b.    Membuat Motif Isen

Motif isen berfungsi untuk melengkapi (mengisi) motif pokok. Motif isen biasanya berbentuk garis-garis. Motif isen berfungsi memberi isi motif pokok maka motif ini berupa garis-garis kecil di dalam motif pokok. Motif isen ada beragam dan bervariasi, motif ini digunakan agar motif batik kelihatan lebih bagus. Motif isen tersebut seperti cecek, cecek pitu, sisik melik, cecek sawut, cecek sawut daun, herangan, sisik, sawut, galaran, rambutan, sirapan, dan cacah gori.

c.    Membuat Motif Tambahan

Motif tambahan merupakan motif di luar motif pokok yang mengisi keseluruhan bidang batik. Motif tambahan atau pengisi bidang ini bentuknya lebih kecil dari motif pokok. Fungsi dari motif tambahan ini untuk menghias bidang pada kain yang masih kosong di luar motif pokok.

d.    Langkah-langkah Pembuatan Desain Motif Batik

Langkah 1

Langkah pertama dalam pembuatan motif batik adalah menentukan dulu motif pokok yang akan dibuat. Motif pokok harus dapat mewakili dari keseluruhan batik. Motif ini menjadi bentuk yang menjadi pusat perhatian.

Membuat motif batik

Membuat motif batik

Langkah 2

Pembuatan motif pokok selesai, langkah selanjutnya memberi isen-isen pada motif pokok. Isen-isen ini untuk memperindah bentuk motif pokok. Pada awalnya motif pokok baru berupa gambar kosong atau baru berupa klowongan yang belum ada isennya. Motif pokok yang sudah diberi isen disebut rengrengan.

Memberi isen-isen pada motif pokok

Memberi isen-isen pada motif pokok

Langkah 3

Langkah selanjutnya apabila desain motif pokok sudah diberi isen (rengrengan) adalah memberi motif tambahan. Motif tambahan ini untuk mengisi bidang di luar motif pokok. Motif tambahan juga bermacam-macam sesuai dengan selera pembatik. Seperti diberi isen papahan, kembang krokot, gabah sinawur, dan tritisan.

Membuat reng-rengan dengan menggunakan lilin malam

Membuat reng-rengan dengan menggunakan lilin malam

Motif batik yang sudah jadi

Motif batik yang sudah jadi

Motif batik yang sudah jadi

Motif batik yang sudah jadi

Trimakasih telah mampir di halaman kami. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat buat teman-teman.

Wisnu Jadmika penulis modul untuk Seni Budaya SD, SMP, SMA, dan SMK

Wisnu Jadmika penulis modul untuk Seni Budaya SD, SMP, SMA, dan SMK

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: