SENI RUPA SMP KELAS IX

Penulis : M. Wisnu Jadmika, S.Pd. (Guru SMAN 1 Bayat)

SENI RUPA MURNI

Ragam seni rupa murni di wilayah Nusantara sangat bervariasi jenisnya. Ragam seni rupa murni tersebut dipengaruhi oleh budaya yang ada di masing-masing daerah. Sehingga karya seni rupa tersebut merupakan hasil karya seni rupa daerah setempat. Seni rupa murni merupakan hasil karya seni rupa yang hanya dinikmati keindahannya saja. Sedangkan karya seni rupa terapan merupakan hasil karya seni rupa yang berfungsi sebagai benda pakai untuk kehidupan sehari-hari. Karya seni rupa murni daerah setempat merupakan karya seni rupa yang dihasilkan oleh masing-masing daerah di wilayah Nusantara. Sehingga seni rupa murni ini memiliki sifat kedaerahan atau tradisional.

Seni rupa murni masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas tersebut menjadikan karya seni rupa murni daerah setempat memiliki keunikan. Keunikan tersebut dapat berupa tema, corak, teknik, bahan, dan bentuk karyanya. Seni rupa murni daerah setempat merupakan karya seni rupa murni yang memiliki nilai-nilai budaya daerah setempat. Seperti karya seni lukis Ubud (Gianyar, Bali), seni lukis Sokaraja (Banyumas), seni patung Muntilan (Magelang), seni patung keramik (Bantul, Yogyakarta), patung Asmat (Papua),. Masing-masing karya seni rupa murni tersebut memiliki keunikan yang dapat menjadi ciri khas suatu daerah.

 A.   FUNGSI DAN TEMA SENI RUPA MURNI

Seni rupa murni daerah adalah gagasan manusia yang berisi nilai-nilai budaya daerah setempat yang diekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Kekayaan seni budaya di wilayah Nusantara mempengaruhi keragaman hasil karya seni rupa daerah setempat. Dari beragamnya karya seni rupa murni di daerah Indonesia dapat dilihat dari fungsi dan tema yang digunakan untuk membuat karya seni rupa murni tersebut.

1.    Fungsi Seni Rupa Murni

Seni rupa daerah menurut fungsinya dapat dibagi menjadi dua yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Seni rupa murni atau fine art merupakan karya seni rupa yang berfungsi untuk memuaskan batin atau di dalam penciptaannya lebih mengutamakan nilai keindahannya. Seni rupa murni adalah gagasan manusia yang berisi nilai-nilai budaya yang diekspresiakan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Penciptaan karya seni rupa murni atau fine art  biasanya memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Ciri khas ini di dasarkan pada tema, corak atau gaya, teknik serta bahan dan bentuk karya seni tersebut.

Sedangkan seni rupa terapan atau aplied art merupakan karya seni rupa yang mempunyai fungsi sebagai benda kebutuhan sehari-hari. Karya seni rupa terapan selain diciptakan sebagai benda praktis juga dapat dinikmati keindahannya.

  • Sebagai sarana ritual keagamaan
  • Sebagai sarana pendidikan moral masyarakat
  • Sebagai sarana pengungkapan ekspresi pribadi.
  • Sebagai sarana untuk mengenang suatu peristiwa tertentu.

 2.    Tema Seni Rupa Murni

Setiap manusia memiliki sudut pandang yang berbeda di dalam menjalani hidup ini. Begitu pula saat kita membuat suatu lukisan, masing-masing memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Perbedaan sudut pandang dapat dipengaruhi oleh suasana, waktu, dan kondisi geografis. Pembuatan karya seni rupa pada zaman dahulu, manusia menciptakan karya seni sebagai bentuk sarana ritual keagamaan. Seperti relief-relief pada candi-candi yang menggambarkan kisah manusia dalam ritual menuju ke alam nirwana. Atau bahkan sebagai sarana untuk pembelajaran moral masyarakat setempat. Pembuatan karya seni juga dapat digunakan sebagai pengungkapan ekspresi jiwa yang membuatnya. Ungkapan-ungkapan tersebut di dalam pembuatan suatu karya seni rupa murni dapat menjadi sebuah tema. Tema adalah gagasan, ide, atau pokok pikiran yang ada di dalam sebuah karya seni baik dalam bentuk karya seni rupa dua dimensi maupun seni rupa tiga dimensi. Memahami tema yang ada pada sebuah karya seni rupa murni berarti kita dapat memahami tujuan penciptaan karya seni tersebut. Tema-tema di dalam pembuatan karya seni rupa murni antara lain sebagai berikut.

a.  Hubungan antara manusia dengan dirinya

Seni rupa merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menuangkan gagasan atau ide dari seseorang. Untuk mengungkapkan citarasa keindahan manusia mewujudkannya lewat media ekspresi. Media yang digunakan dapat berupa suatu karya seni rupa seperti lukisan. Di dalam pengungkapannya tersebut kadang seseorang menggunakan dirinya sendiri sebagai objek lukisannya. Seperti pelukis Raden Saleh, Basuki Abdullah, Affandi, S. Sudjojono, dan Vincent van Gogh.

Potret diri karya Affandi

Potret diri karya Affandi

b.  Hubungan antara Manusia dengan Manusia Lain

Seorang perupa kadangkala dalam mengekspresikan citarasa keindahan menggunakan objek orang-orang yang ada disekitarnya. Seperti istrinya, anak-anaknya, orangtua, saudaranya, temannya, tetangganya, kekasihnya, sahabatnya, atau orang-orang yang ada dalam fikirannya.

Lukisan hubungan manusia dengan orang lain

Lukisan hubungan manusia dengan orang lain

c.  Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya

Alam sekitar yang sangat menarik bagi para pelukis untuk mengungkapkan citarasanya, sering dijadikan objek untuk lukisannya. Seperti pemandangan gunung, laut, sungai, sawah, hutan, perkampungan, perkotaan, binatang dan masih banyak lagi alam yang dijadikan objek lukisan. Tokoh pelukis yang sering menggunakan alam sebagai objek seperti Basuki Abdullah, Raden Saleh Bustaman, Dullah, Pirngadi, Henk Ngantung, Wakidi, S. Sudjojono.

Hubungan manusia dengan alam sekitar

Hubungan manusia dengan alam sekitar

Lukisan Realisme

Hubungan manusia dengan alam sekitar

d.  Hubungan antara Manusia dengan Benda

Benda-benda di sekitar kita memiliki keunikan tersendiri bagi para pelukis, sehingga menjadikan benda-benda tersebut menjadi objek lukisannya. Keunikan benda-benda tersebut ada yang berbentuk silindris, kubistis ataupun yang berbentuk bebas.  Bentuk benda tersebut seperti gelas, cangkir, kendi, teko, vas bunga, guci, botol, sepatu, lemari, meja kursi, buah-buahan, bunga.

Hubungan manusia dengan alam benda

Hubungan manusia dengan alam benda

Hubungan manusia dengan alam benda

Hubungan manusia dengan alam benda

e.  Hubungan antara Manusia dengan Aktifitasnya

Aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari yang beragam membuat perupa ingin mengabadikan kegiatan tersebut dalam media lukisnya. Lukisan menjadi sesuatu yang menarik apabila dalam mengambil sudut pandang aktivitas dapat disusun sesuai dengan komposisi dan proporsi yang baik disertai dengan gelap terang yang tepat. Aktifitas manusia seperti kegiatan menari, membajak sawah, berburu, jual beli di pasar, menggembala ternak, dan aktifitas lainnya.

Manusia dengan aktivitasnya

Manusia dengan aktivitasnya

f.  Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal

Ide, imajinasi atau khayalan sering melintas dalam pikiran kita baik secara sadar ataupun saat tidak sadar (saat tidur). Khayalan yang muncul dibenak  perupa kadang diwujudkan dalam suatu karya seni. Hasil karya seni rupa seperti ini sering disebut dengan karya seni surealisme. Karya seni rupa yang dibuat pada dasarnya tidak dapat dijumpai di alam nyata.

Hubungan manusia dengan alam khayal

Hubungan manusia dengan alam khayal

B. RAGAM SENI RUPA

Seni rupa daerah di wilayah Nusantara sangat beragam. Keberagaman karya seni rupa tersebut dapat dipengaruhi oleh wujud dan coraknya. Wujud atau bentuk karya seni rupa murni daerah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu seni rupa dua dimensi, tiga dimensi, dan relief.  Sedangkan corak atau gaya seni rupa murni daerah dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu corak tradisional dan corak modern.

1.    Wujud Seni Rupa Murni

Wujud karya seni rupa murni daerah yang ada di wilayah Nusantara dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu seni rupa dua dimensi, seni rupa tiga dimensi, dan seni rupa relief. Dari ketiga wujud seni rupa tersebut dapat mewakili hasil karya seni rupa yang ada di wilayah Nusantara. Hasil karya seni rupa yang ada di Indonesia memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

a.   Seni Rupa Dua Dimensi

Seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja. Karya seni rupa ini berupa bidang datar dan hanya dapat dinikmati dari satu arah yaitu dari arah depan. Seperti lukisan, karikatur, batik, ilustrasi, grafis. Seni rupa murni yang berbentuk dua dimensi adalah lukisan, grafis modern. Nilai-nilai dari karya seni rupa murni tersebut sangat dipengaruhi oleh budaya daerah setempat. Seperti lukisan yang memiliki ciri khas daerah Bali, Jawa, Kalimantan, Papua, dan Sumatra.

Lukisan berciri khas Bali

Lukisan berciri khas Bali

b.   Seni Rupa Tiga Dimensi

Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi atau memiliki isi atau ruangan. Seperti patung, bangunan, keramik/gerabah, seni instalasi, dan seni kriya. Seni rupa murni yang berbentuk tiga dimensi seperti seni patung, seni instalasi.

Seni instalasi

Seni instalasi

c.   Seni Relief

Seni relief adalah merupakan perpaduan seni dua dimensi dan seni tiga dimensi. Dilihat bentuknya relief masuk dalam kategori tiga dimensi tetapi kalau dilihat dari sudut pandang masuk dalam kategori dua dimensi, karena hanya dapat dinikmati dari arah depan saja.

 

Relief batu candi

Relief batu candi

2.    Corak Karya Seni Rupa Murni

Corak atau gaya dalam seni rupa sangat beragam. Keberagaman corak di dalam membuat karya seni rupa karena dipengaruhi oleh pengalaman, pandangan terhadap suatu objek, teknik yang digunakan untuk membuat karya, bahan berkarya, dan cara pengungkapan yang digunakan. Secara garis besar corak atau gaya seni rupa dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu tradisional dan modern.

a.  Tradisional

Corak seni rupa tradisional dan modern  pada dasarnya memiliki kesamaan. Perkembangan corak seni rupa dipengaruhi oleh perkembangan kebudayaan. Pada awal perkembangannya seni rupa tradisional dikerjakan dengan menggunakan teknik yang masih sederhana pula. Sedangkan perkembangan seni rupa di era modern memiliki karya seni rupa yang bercorak modern pula. Corak seni rupa di daerah memiliki corak yang masih tradisional. Corak seni rupa tradisional merupakan corak turun-temurun. Hal ini dikarenakan karya seni rupa yang diciptakannya tidak mengalami perubahan dalam hal corak. Corak seni rupa tradisional dibagi ke dalam dua kelompok yaitu corak primitif dan klasik.

1)  Primitif

Karya seni bergaya primitif memiliki sifat sederhana dalam hal bentuk dan warnanya. Karya seni rupa primitif di Nusantara seperti hasil karya seni patung dari suku Asmat di Papua, di mancanegara hasil karya seni patung suku Amborigin di Australia.

Patung primitif suku asmat

Patung primitif suku asmat

2)  Klasik

Karya seni rupa klasik adalah pada masa kerajaan Hindu-Budha berjaya di wilayah Nusantara. Pada masa klasik ini merupakan masa peralihan dari masa seni rupa primitif menjadi seni rupa yang memiliki corak rumit dan ornamental. Corak klasik ini dipengaruhi oleh budaya India, hal ini dapat dilihat dari karya seni rupa pada candi-candi peninggalan Hindu-Budha.

Relief Candi Borobudur

Relief Candi Borobudur

b.  Modern

Perkembangan kebudayaan mempengaruhi perkembangan karya seni rupa baik di Nusantara maupun di mancanegara. Corak seni rupa di Nusantara banyak dipengaruhi oleh corak dari negara Barat (Eropa atau Amerika). Pada abad ke-18 seniman-seniman di Eropa telah melakukan eksperimen-eksperimen secara individualitas pada bahan, teknik pembuatan dan ekspresi berkesenian sehingga muncul aliran posimpresionisme. Sedangkan di wilayah Nusantara pada abad ke-18 masih bersifat tradisional kerakyatan.

Corak seni rupa di Indonesia terpengaruh dari Eropa melalui penjajahan yang terjadi di Nusantara. Perubahan corak seni rupa tradisional ke seni rupa modern adalah corak karya seni rupa yang sudah mengalami kemajuan, perubahan, dan pembaruan. Gaya seni rupa ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu gaya representatif, gaya deformatif, dan gaya abstraksionisme (nonrefresentatif).

1)    Gaya Refresentatif

Pengertian refresentatif adalah nyata atau sesuai dengan keadaannya. Gaya seni rupa yang termasuk dalam gaya refresentatif adalah sebagai berikut .

a)   Realisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Perupa yang beraliran realisme antara lain Trubus, Wardoyo, Tarmizi, Jan Mangkit, Dullah, Rembrandt (Belanda).

Lukisan realisme

Lukisan realisme

b)   Naturalisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam. Pelukis beraliran naturalisme adalah Abdullah Suryosubroto, Basuki Abdullah, M. Pirngadi, Wakidi, Claude, Rubens, Constable.

Lukisan naturalisme

Lukisan naturalisme

c)   Romantisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya mengandung cerita, baik cerita binatang maupun manusia. Pelukis yang beraliran romantisme ini adalah Raden Saleh, F. Goya (Spanyol), Turner (Inggris), Rubens (Belanda).

Raden Saleh

Lukisan romantisme

2)    Gaya Deformatif

Pengertian deformatif adalah perubahan bentuk dari aslinya, sehingga menghasilkan bentuk baru namun tidak meninggalkan bentuk dasar aslinya. Yang tergolong dalam gaya seni rupa ini adalah :

a)   Impresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis. Pelukis yang termasuk dalam aliran ini adalah Claude Monet, Edgar Degas, Aguste Renoir,  Georges Seurat, Paul Cezanne, Paul Gauguin, dan S. Sudjojono.

Wisnu Jadmika

Bal au Moulin de la Gallet karya Renoir (1876)

b)   Ekspresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa sang pelukis yang spontan pada saat melihat objek lukisannya. Pelukis yang beraliran ini antara lain Vincent van Gogh dan Affandi.

Lukisan ekspresionisme

Starry Night karya Van Gogh

c)   Surealisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya melebih-lebihkan kenyataan. Pelukis yang beraliran ini adalah Salvador Dali.

Surealisme karya Salvador Dali

Surealisme karya Salvador Dali

d)   Kubisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya berupa bidang segi empat atau bentuk dasar kubus. Bentuk dasar bidang seperti segitiga, segiempat, lingkaran, jajaran genjang, elips, dan bentuk-bentuk bidang lainnya. Pelukis beraliran ini antara lain Pablo Picasso, But Mochtar, Srihadi, Fajar Sidik, Mochtar Apin.

Lukisan dadaisme

Lukisan kubisme “Friendship” karya Pablo Picasso

e)   Futurisme, yaitu aliran seni lukis yang berusaha menampilkan kedinamisan dan berusaha  mengutarakan gerak dan khayalan masa yang akan datang. Pelukis yang menggunakan aliran ini adalah Gialomo Balla, Umberto Bocciani, Carlo Carra dan Severin.

Lukisan futurisme

Lukisan futurisme

f)    Dadaisme, yaitu aliran seni rupa yang penyajiannya dalam bentuk yang magic, seram, atau mengerikan. Pelukis yang beraliran ini adalah Paul Klee, Paul Gauguin, dan Kurt Scwitter.

Karya seni rupa dadaisme

Karya seni rupa dadaisme

3)    Gaya Abstraksionisme

Gaya abstraksionisme adalah suatu bentuk yang sulit untuk dikenali. Bentuk dasar dari gaya ini sudah meninggalkan bentuk aslinya. Gaya yang tergolong dalam gaya abstrak adalah abstrak ekspresionis  adalah memandang bahwa ekspresi jiwa tidak dapat dihubungkan dengan objek apapun, aliran ini berpendapat bahwa melukis adalah memadukan unsur-unsur gambar berupa garis, warna, bidang dan tekstur dan abstrak geometris, aliran ini menonjolkan bidang yang diisi dengan warna dan dipilah dengan garis-garis tegas. Pelukis yang beraliran ini adalah Wassily Kadinsky (tokoh abstrak ekspresionis), Piet Mondrian, Van der Leek, Malevich (tokoh-tokoh abstrak geometris), Jackson Pollock, Fajar Sidik, But Mochtar, Srihadi, Amry Yahya.

Lukisan abstrak

Lukisan abstrak

C.   MENGAPRESIASI SENI RUPA MURNI

Mengapresiasi adalah memberikan penilaian dan penghargaan terhadap suatu hasil karya seni. Memberikan penilaian dan penghargaan karya seni harus melalui tahap-tahap tertentu agar benar-benar dapat menilai suatu karya secara objektif. Tahap-tahap tersebut seperti pengamatan secara langsung dan mendetail terhadap karya yang diapresiasi, mengetahui tema di dalam karya tersebut, mengetahui corak dalam karya, teknik yang digunakan, bahan yang digunakan, peralatan yang digunakan dan cara mengungkapkan pembuatan karya tersebut. Selain itu mengapresiasi juga harus menguasai seluk beluk tentang karya diapresiasi. Agar kita dapat memberikan penilaian dan penghargaan terhadap suatu karya seni tersebut, maka kita harus mempelajari ilmu yang ada hubungannya dengan karya tersebut.

M. Wisnu Jadmika adalah penulis modul untuk SD, SMP, SMA, dan SMK

M. Wisnu Jadmika adalah penulis modul untuk SD, SMP, SMA, dan SMK

SENI RUPA SMP KELAS VIII

Penulis : M. Wisnu Jadmika, S.Pd. (Guru SMAN 1 Bayat)

A. SENI RUPA NUSANTARA

Seni menurut Popo Iskandar adalah karya cipta manusia yang bersifat kreatif dan memiliki nilai seni yang dapat dikomunikasikan kepada orang lain. Seni memiliki beberapa cabang, antara lain seni musik, seni rupa, seni tari, dan seni teater. Pada materi berikut ini yang kita pelajari adalah cabang seni rupa. Seni rupa di wilayah Nusantara  sudah ada sejak zaman prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan diketemukannya hasil karya seni rupa, baik berupa lukisan di dinding-dinding gua maupun benda-benda yang digunakan untuk meramu. Hasil seni rupa pada zaman tersebut diperkiraan sebagai sarana untuk melakukan ritual tertentu.

Kehidupan manusia gua

Kehidupan manusia gua

Seni rupa adalah cabang seni yang menggunakan media rupa dalam penyampaiannya. Unsur media rupa ini dapat berupa titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap-terang. Seni rupa menurut kegunaannya dibedakan menjadi tiga yaitu seni rupa murni, seni rupa terapan dan desain. Seni rupa murni adalah suatu karya seni yang menggunakan media visual yang digunakan sebagai pemuas ekspresi pribadi atau karya yang dibuat hanya digunakan untuk kepuasan dirinya sendiri. Seni rupa murni terdiri dari seni lukis, seni grafis, seni patung, seni instalasi. Sedangkan seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang menitikberatkan pada aspek kegunaan atau fungsi. Seni rupa terapan terdiri dari berbagai macam hasil karya seni kriya, baik kriya kayu, kriya kulit, kriya logam, kriya keramik, kriya tekstil, batik.  Seni rupa desain terdiri dari desain produk, desain grafis, desain arsitektur, desain interior-eksterior.

Seni rupa Nusantara adalah suatu karya seni rupa yang terdapat di wilayah Nusantara. Seni rupa Nusantara menurut periode perkembangan dibagi menjadi  Zaman Batu, Zaman Klasik, dan Zaman Indonesia Baru.

1ZAMAN BATU

a.  Zaman Batu Tua (paleolithikum)

Zaman paleolithikum ini ditandai dengan diketemukannya benda-benda dari batu kasar, berupa kapak genggam (chopper) yang ditemukan di Pacitan (Jawa Timur), Parigi (Sulawesi), Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat). Di Ngandong (Jawa Tengah) ditemukan alat-alat dari batu beraneka warna yang berfungsi untuk mengorek-orek ubi yang disebut flakes dan peralatan dari tulang (bone culture). Selain itu juga ditemukan lukisan kuno di gua Leang-leang (Sulawesi Selatan) objek lukisan di gua ini berupa telapak tangan dan tubuh manusia. Di Papua objek lukisannya berupa binatang terdapat cipratan darah yang dicampur dengan lemak.

Lukisan dinding gua Lascaux

Lukisan dinding gua Lascaux

Serpihan batu peninggalan palaelithikum

Serpihan batu peninggalan palaelithikum

Bone culture

Bone culture

b.  Zaman Batu Tengah (mezolithikum)

Pada zaman ini kehidupan nenek moyang kita sudah mulai maju dan berkembang. Hal ini dibuktikan dengan diketemukannya ujung panah, flakes, batu penggiling, pipisan, kapak batu dan alat-alat dari tanduk rusa. Nenek moyang kita pada zaman ini diperkirakan sudah mulai menetap. hal ini dibuktikan dengan diketemukan tumpukan kulit kerang setinggi tujuh meter di pantai  timur Sumatra dan juga sudah diketemukan pecahan tembikar dari tanah liat.

Kapak batu

Kapak batu

Peninggalan  mezolithikum

Peninggalan mezolithikum

c.  Zaman Batu Muda (neolithikum)

Pada zaman ini nenek moyang kita sudah tinggal menetap. Dalam mencari mata pencaharian mereka sudah mulai bercocok tanam. Pada periode ini telah ditemukan kapak lonjong dan persegi. Kapak persegi (ditemukan di Lahat, Bogor, Sukabumi, Karawang, Pacitan, Tasikmalaya dan lereng Gunung Ijen) diperkirakan untuk bercocok tanam, memahat dan untuk memotong kayu. Sedangkan kapak lonjong (ditemukan di Papua, Minahasa, Serawak dan Kepulauan Tanimbar) bentuknya bulat memanjang dengan bagian ujung lancip dan tajam.

Pada zaman ini juga sudah diketemukan tembikar dari tanah liat yang sudah diberi motif hiasan yang bersifat magis, perhiasan cincin, kalung, gelang dari batu dan pakaian dari kulit kayu.

Kapak lonjong

Kapak lonjong

Gerabah peninggalan masa neolithikum

Gerabah peninggalan masa neolithikum

  d.   Zaman Batu Besar (megalithikum)

Zaman Batu Besar ditandai dengan adanya peninggalan monumen-monumen batu sebagai upacara keagamaan yang dianut masyarakat pada saat itu. Peninggalan tersebut berupa dolmen ( sejenis meja dari batu berukuran besar berfungsi untuk meletakkan sesaji di atasnya dan juga sebagai tanda bahwa di bawahnya ada kuburannya), menhir (bangunan yang menyerupai tugu sebagai tanda bersemayamnya roh-roh dan kekuatan gaib), kuburan batu, sarcophagus (peti dari batu untuk menyimpan orang mati), punden berundak (batu yang disusun berundak menyerupai candi) dan arca batu.

Dolmen Ballykel

Dolmen Ballykel

Menhir

Menhir

Sarchopagus

Sarchopagus

Punden berundak

Punden berundak

2. ZAMAN LOGAM

Zaman ini ditandai masuknya kebudayaan Indo-Cina ke Indonesia sekitar 500 SM. Peninggalan pada zaman logam berupa kapak perunggu, genderang perunggu, benda hias dari perunggu.

Kapak corong dari logam

Kapak corong dari logam

Nekara

Nekara

3. ZAMAN KLASIK

Zaman klasik adalah merupakan periode kerajaan-kerajaan di Nusantara. Pada zaman ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu masa Hindu-Budha dan masa perkembangan Islam. Periode Hindu-Budha merupakan pelajaran sangat berharga untuk perkembangan seni rupa Nusantara. Hasil seni yang sangat menonjol adalah peninggalan candi-candi di wilayah Nusantara, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan candi-candi lainnya. Masyarakat lokal dapat belajar seni rupa ke sekolah pendidikan formal di luar negeri. Periode Islam banyak meninggalkan seni bangunan seperti masjid dan makam, bangunan keraton, kaligrafi, dan ragam hias bercirikan khas Islam.

Candi Pringapus

Candi Pringapus

Candi Prambanan

Candi Prambanan

Candi Borobudur

Candi Borobudur

4.  ZAMAN INDONESIA BARU

Pada periode ini seni rupa Nusantara mulai dipengaruhi oleh budaya barat. Pada masa ini seni rupa dikelompokkan menjadi :

a.   Masa Perintisan

Masa Perintisan adalah masanya Raden Saleh yang merupakan juru gambar Belanda. Karya Raden Saleh antara lain : Antara Hidup dan Mati (pertarungan antara seekor banteng dan dua ekor singa), Penangkapan Diponegoro, Perkelahian dengan Binatang Buas, Perburuan, Hutan Terbakar, Banjir, Harimau dan Mangsanya, Merapi yang Meletus.

Perkelahian dengan Singa karya Raden Saleh

Perkelahian dengan Singa karya Raden Saleh

Penangkapan Diponegoro karya Raden Saleh

Penangkapan Diponegoro karya Raden Saleh

b.   Masa Mooy Indie

Masa Raden Saleh mengalami kekosongan muncul pelukis Abdullah Suryosubroto keturunan bangsawan Solo. Sekolah di Akademi Kesenian di Eropa kemudian mengembangkan lukisannya di Indonesia dengan gaya yang berbeda. Gaya Abdullah Suryosubroto menekankan keelokan dan suasana keindahan alam di Indonesia. Jadi objek lukisannya adalah pemandangan alam yang indah dan wanita-wanita cantik. Kemudian pada masa ini disebut dengan masa Indonesia Jelita (Mooy Indie). Pelukis lainnya adalah Wakidi, Pirngadi, Basuki Abdullah dan Wahdi.

Gadis cantik karya Basuki Abdullah

Gadis cantik karya Basuki Abdullah

Nyai Rara Kidul

Nyai Rara Kidul

Lukisan pemandangan alam

Lukisan pemandangan alam

c.   Masa Cita Indonesia

Perbedaan kenyataan antara keindahan yang dibuat oleh Abdullah Suryosubroto dengan kenyataan bangsa Indonesia yang melarat dan menderita, pelukis S. Sudjoyono mempelopori lukisan yang bertolak belakang dengan Mooy Indie. Kemudian mendirikan perkumpulan ahli gambar Indonesia (PERSAGI) yang anggotanya Agus Jayasuminta, L. Sutioso, Rameli, Abdul Salam, Otto Jaya, S. Sudiarjo, dan lainnya.

Karya S. Sudjoyono antara lain Di Depan Kelambu Terbuka, Sayang Saya Bukan Anjing, Jongkatan, Cap Go Meh, Mainan Anak-anak Sunter, Bunga Kamboja dan Nyekar.

Di depan kelambu terbuka karya S.Soedjojono

Di depan kelambu terbuka karya S.Soedjojono

d.   Masa Pendudukan Jepang

Pada masa ini pelukis dari golongan rakyat biasa sudah mulai banyak bermunculan, seperti Affandi, Kartono Yudhokusumo, Nyoman Ngedon, Hendra Gunawan, Henk Ngantung.

Penari Ronggeng karya Hendra Gunawan

Penari Ronggeng karya Hendra Gunawan

e.   Masa Kemerdekaan

Pada masa ini Affandi mendirikan perkumpulan Seniman Indonesia Muda (SIM). Anggotanya Affandi, Hendra Gunawan, Suromo, Surono, Abdul Salam, Sudibyo, dan Trisno Sumarjo. Setelah keluar dari SIM Affandi dan Hendra Gunawan mendirikan Peloekis Rakyat yang beranggotakan Kusnadi, Sudarso, Sasongko, Trubus.

Karya Affandi

Karya Affandi

f.    Masa Seni Rupa Baru

Pada  masa ini para pelukis sudah berani menampilkan corak baru dalam penggarapannya. Para seniman muda ini berusaha menciptakan sesuatu yang baru yang tidak tergantung pada suatu media tertentu, tetapi sudah menggunakan berbagai media untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda. Penerapan konsep-konsep yang tabu sudah diungkapkan lewat lukisannya.

Lukisan abstrak

Lukisan abstrak

Lukisan abstrak

Lukisan abstrak

Sosok Ibu Pertiwi

B.   SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA

Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil karya seni terapannya. Hal ini terbukti dengan adanya karya seni terapan di wilayah Nusantara. Seni terapan yang ada di daerah-daerah memiliki keunikan masing-masing. Keunikan tersebut menjadi ciri khas hasil karya seni rupa terapan daerah tersebut. Teknik pembuatannya pun membutuhkan keterampilan tangan yang ulet dan tekun dari si pembuat. Teknik pembuatan karya seni rupa Nusantara sangat beragam antara lain dengan teknik batik, sulam, cor, pahat, ukir, butsir, dan sebagainya.  Karya seni rupa Nusantara dapat dibedakan menjadi dua yaitu seni rupa dua dimensi dan seni rupa tiga dimensi. Perbedaan ini dilihat dari wujudnya, apakah hanya berupa bidang datar ataukah berupa benda yang dapat dinikmati dari beberapa sudut pandang.

1.   Seni Rupa Dua Dimensi

Karya seni rupa dua dimensi adalah hasil karya seni rupa yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja. Jadi hanya dapat dilihat secara frontal atau hanya dapat dinikmati dari depan.

a.   Seni Lukis

Seni lukis adalah karya seni rupa dua dimensi yang hanya dapat dilihat dari satu arah yaitu dari arah depan. Dari karya seni ini dapat menimbulkan rasa marah, gembira, sedih dan haru, indah, serta bersemangat. Seni lukis pada umumnya menggunakan media cat air, akrilik, tinta bak, dan cat minyak. Media tersebut biasanya dituangkan ke atas permukaan kanvas, kertas, papan tripleks, dan dinding bangunan. Aliran lukisan yang berkembang antara lain.

1)    Naturalisme

Lukisan naturalisme merupakan karya seni lukis yang dibuat dengan mengambil objek sesuai dengan alam nyata, artinya sesuai dengan apa yang ditangkap oleh pandangan mata.

Lukisan naturalisme

Lukisan naturalisme

2)    Realisme

Lukisan realisme merupakan karya seni lukis yang dibuat sesuai dengan kenyataan yang ada, biasanya berupa objek kehidupan rakyat biasa.

Lukisan realisme

Lukisan realisme

3)    Ekspresionisme

Lukisan ekspresionisme merupakan karya seni lukis yang dibuat berdasarkan ungkapan perasaan seniman.

Lukisan ekspresionisme

Lukisan ekspresionisme

4)    Klasikisme

Lukisan klasikisme merupakan karya seni lukis yang dibuat dengan penggambaran yang serba elok, indah, manis, dan sopan, serta penggambarannya dibuat-buat.

Lukisan klasikisme

Lukisan klasikisme

5)    Kubisme

Lukisan kubisme merupakan karya seni lukis yang mengungkapkan objek gambar dikembalikan pada bentuk dasar, seperti kubus, silinder, bola, balok, segitiga, dan kerucut.

Lukisan kubisme "3 musicians" karya Picasso

Lukisan kubisme “3 musicians” karya Picasso

6)    Pointilisme

Lukisan pointilisme merupakan karya seni lukis yang dibuat dengan menyusun titik-titik untuk membuat objek gambarnya.    

Lukisan pointilisme

Lukisan pointilisme

Seni lukis terapan di wilayah Nusantara seperti lukisan pada kaca, lukisan pada papan hardboard, dan lukisan pada kanvas. Lukisan tersebut dibuat sebagai sarana konsumtif masyarakat, maksudnya adalah dibuat dalam jumlah yang banyak kemudian diperjual belikan. Lukisan kaca yang terkenal berasal dari daerah Cirebon.

b.   Seni Reklame

Seni reklame adalah suatu kegiatan seseorang atau sekelompok orang di dalam mengajak orang lain untuk dapat mematuhi apa yang diserukan. Sedangkan kata  reklame itu sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu re dan clamare. Re berarti berulang-ulang dan clamare berarti berteriak atau ajakan. Jadi menurut bahasa adalah berteriak atau mengajak berulang-ulang.

1)   Reklame menurut sifat dan tujuannya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

a) Reklame Komersial

Reklame komersial adalah reklame yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan materi sebanyak-banyaknya dari apa yang mereka reklamekan.

Contoh : iklan sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, roti, baju, jaket, shampoo, perlengkapan kecantikan dan masih banyak lagi.

b) Reklame Non Komersial (Idiil)

Reklame non komersial atau reklame idiil adalah reklame yang mempunyai tujuan tidak untuk mendapatkan keuntungan materi tetapi biasanya berupa ajakan, himbauan, saran, peringatan dan informasi-informasi dari pemerintah atau lembaga-lembaga lain untuk menyampaikan program-programnya  kepada masyarakat.

Contoh : poster ajakan untuk 3M (menguras, mencuci dan menimbun), mengajak ber-KB, mengajak untuk belajar wajib 9 tahun, menganjurkan kebersihan, memperingatkan masyarakat agar hati-hati terhadap flu burung dan sebagainya.

2)   Menurut media yang digunakan reklame dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

a) Reklame Audio

Reklame audio adalah reklame yang penyampaiannya dilakukan dengan menggunakan media suara (audio). Reklame jenis ini biasanya disampaikan lewat radio atau pengeras suara yang dibawa keliling dari daerah satu ke daerah yang lain.

b) Reklame Visual

Reklame visual adalah reklame yang penyampaiannya dilakukan dengan menggunakan media gambar atau tulisan (visual).  Contoh reklame jenis ini adalah poster, selebaran, famplet, buklet, leaflet, mobile, etalase, spanduk, baliho, bilboard, bookjacket, embalasi, etiket, iklan.

c) Reklame Audio Visual

Reklame audio visual adalah reklame yang penyampaiannya dilakukan dengan menggunakan media suara dan gambar atau tulisan (audio visual). Contoh reklame jenis ini adalah reklame pada televisi, bioskop, dan slide.

c.   Seni Grafis

Seni grafis adalah cabang seni rupa yang berwujud dua dimensi dan dikerjakan melalui teknik cetak. Seni grafis dapat dibuat dengan teknik sablon (cetak saring), cukil kayu (cetakan) etsa (pengasaman pada bahan metal), dan lito (pencetakan dengan bahan litho).

Hasil karya seni grafis

Hasil karya seni grafis

d.   Seni Ilustrasi

Kata ilustrasi berasal dari kata illustrate (Inggris) dan ilustrare (Latin) yang berarti menjelaskan atau menerangkan. Seni ilustrasi digunakan untuk membantu menjelaskan suatu pengertian. Penjelasan ilustrasi ini biasanya berhubungan dengan buku pelajaran, buku ilmiah, majalah, buku cerita novel, cerpen, komik, dan sebagainya. Bentuk ilustrasi dapat berupa gambar, foto, kartun, karikatur, dan vinyet.

Gambar komik

Gambar komik

Gambar kartun

Gambar kartun

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

e.   Seni Tenun

Seni tenun merupakan pembuatan kain dengan teknik pembuatan pola pada kain sebelum ditenun. Pembuatan kain tenun ini menggunakan alat tenun yang masih sangat sederhana. Proses pembuatannya pun memakan waktu cukup lama, karena membutuhkan ketelitian dan ketrampilan dari si pembuat. Kain tenun seperti kain songket, kain ikat, dan kain ulos. Seni tenun ini masih dapat dijumpai di daerah Sulawesi, Jepara, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan daerah Sumatera.

Tenun tradisional

Tenun tradisional

Hasil seni tenun

Hasil seni tenun

Memasukkan benang ke sisir dalam proses pembuatan kain  tenun

Memasukkan benang ke sisir dalam proses pembuatan kain tenun

f.    Seni Batik

Seni batik merupakan seni rupa dua dimensi yang menggunakan teknik cetak dari bahan sejenis lilin (malam). Langkah pembuatan batik pertama adalah pembuatan pola di atas kain, pola kemudian dipilih dengan menoreh lilin (malam), pola yang terkena lilin akan menghasilkan warna sesuai dengan kain pada saat itu (warna dasar kain). Setelah proses penorehan lilin selesai kemudian dilakukan pencelupan dengan menggunakan pewarna. Apabila menghendaki beberapa warna maka pencelupan dilakukan dengan warna yang paling muda terlebih dahulu kemudian warna semakin tua. Langkah penorehan lilin dilakukan tiap warna yang dikendaki sehingga kain seluruhnya tertutup oleh lilin (malam) kecuali warna paling tua atau pencelupan terakhir. Langkah selanjutnya adalah pelorodan (menghilangkan lilin).  Kota penghasil batik di Indonesia yang terkenal adalah Pekalongan, Jogyakarta, Lasem dan Solo.

Motif batik

Motif batik

Proses membatik

Proses membatik

2.   Seni Rupa Tiga Dimensi

Selain memiliki ukuran dua dimensi karya seni rupa terapan Nusantara juga ada yang tiga dimensi. Karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi atau ketebalan. Karya seni tiga dimensi ini dapat dinikmati dari beberapa sudut pandang.

a.   Seni Patung

Pada awalnya patung diartikan sebagai benda tiruan yang berbentuk manusia atau binatang yang dibuat dengan cara dipahat. Namun dalam perkembangannya bentuk patung tidak hanya terbatas pada bentuk manusia atau binatang saja, akan tetapi dapat berbentuk apa pun asal memiliki keindahan.

Berdasarkan fungsinya patung dikelompokkan menjadi enam, yaitu patung religi, patung arsitektur, patung monumental, patung kerajinan, patung dekorasi/hiasan, dan patung seni.

Berdasarkan bentuknya patung dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu patung tubuh, patung dada, patung kepala, dan patung torso.

Berdasarkan coraknya patung dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu patung realistis, patung deformatif, dan patung abstrak.

Patung torso

Patung torso

Patung Garuda Wisnu Kencana

Patung Garuda Wisnu Kencana

b.   Seni Kriya

Kerajinan tangan atau sering disebut seni kriya (handy craft) banyak dijumpai di wilayah Nusantara. Seni kerajinan adalah suatu usaha membuat benda-benda hasil kerajinan tangan. Seni kriya termasuk seni terapan dua dimensi dan tiga dimensi.

1)   Anyaman

Bahan dasar yang digunakan sangat banyak sekali jenisnya yaitu dari bahan-bahan alam dan dari bahan sintetis atau buatan pabrik. Bahan yang biasa digunakan untuk anyaman antara lain : bambu, daun pandan, rotan, enceng gondok, pelepah pisang, berbagai macam plastik, dan lain sebagainya.

2)   Keramik/Gerabah

Bahan dasar yang digunakan untuk membuat keramik atau gerabah adalah tanah liat.

Gerabah

Gerabah

3)   Ukiran dan Pahatan

Seni ini banyak dijumpai pada bagian-bagian perabot rumah tangga, misalnya meja, kursi, almari, tempat tidur, sketsel.

Ukiran kayu modern

Ukiran kayu modern

4)   Meronce

Seni meronce manik-manik banyak dikerjakan oleh masyarakat Kalimantan, hasil karyanya antara lain kain baju, kain gendongan, kalung, gelang, dan topi.

manik-manik

c.   Seni Dekorasi

Dekorasi berasal dari bahasa Belanda yaitu decoration yang artinya hiasan. Mendekor suatu tempat (ruangan) artinya menghiasi atau mendadani tempat (ruangan) tersebut. Ada dua jenis dekorasi yaitu dekorasi dalam ruangan (interior) dan dekorasi luar ruangan (interior). Contoh benda yang dapat digunakan sebagai dekorasi antara lain jambangan, guci, kain, patung, dan tumbuh-tumbuhan.

C.   APRESIASI SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA

Seni rupa terapan di wilayah Nusantara pada awalnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk dinikmati keindahannya. Di negara kita keragaman seni rupa terapan sangat banyak sekali. Begitu pula dengan bentuk dan teknik pembuatannya. Perbedaan bentuk dan teknik pembuatan sangat dipengaruhi oleh bahan yang digunakan dan perlatan yang digunakan serta bentuk yang dibuat.

Pembuatan karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara rata-rata masih menggunakan peralatan yang sederhana. Selain itu keterampilan yang dimiliki perajin merupakan keterampilan turun-temurun. Apabila dalam proses pembuatan suatu karya didukung dengan peralatan yang lebih modern dan keterampilan yang memadai, maka akan menghasilkan karya yang lebih bagus. Seperti pembuatan benda-benda untuk kebutuhan sehari-hari yang dapat berfungsi seperti kegunaannya tetapi juga diberi hiasan-hiasan. Hiasan-hiasan yang terdapat pada benda tersebut biasa disebut dengan ragam hias.

Pembuatan karya seni terapan disesuaikan dengan kebutuhan manusia yaitu berupa kebutuhan fisik (jasmani) dan juga kebutuhan batin (rohani). Untuk memenuhi kebutuhan fisik diciptakan alat-alat yang dapat digunakan untuk kebutuhannya. Seperti piring, gelas, meja, kursi, almari, dan tempat tidur. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan batin (rohani) yang berhubungan dengan seni rupa dibuatlah berbagai macam ragam hias. Seperti hiasan ukiran pada almari, hiasan pada meja, hiasan pada kursi, dan hiasan pada candi-candi. Motif ragam hias yang terdapat di wilayah Nusantara dapat kita jumpai  sebagai berikut.

1.   Motif Meander

Motif meander dapat kita jumpai pada bagian tepi ragam hias. Motif meander adalah motif ragam hias yang memiliki bentuk dasar huruf ”T”.

Motif meander

Motif meander

2.   Motif  Tumpal

Motif tumpal adalah motif ragam hias yang memiliki bentuk dasar segitiga sama kaki. Motif tumpal ini dapat kita jumpai pada hiasan di candi-candi, ukiran pada kayu dan bagian tepi motif batik. Motif ini sering disebut sebagai motif untu walang yang melambangkan kesuburan.

Motif tumpal

Motif tumpal

3.   Motif Kawung

Kawung dalam bahasa Sunda berarti aren atau kolang-kaling. Motif kawung adalah motif ragam hias yang berbentuk buah aren yang dipotong melintang sehingga kelihatan empat biji aren. Motif ini juga digunakan pada hiasan patung candi Hindu Jawa. Selain hiasan patung, motif ini juga digunakan untuk motif batik yang melambangkan keserasian hidup di dunia dan akhirat.

Motif kawung

Motif kawung

4.  Motif Swastika

Motif swastika adalah motif ragam hias yang merupakan varian antara pola meander dan pilin.

Motif swastika

Motif swastika

5.  Motif Pilin

Motif pilin adalah motif ragam hias yang memiliki bentuk dasar ”S”. Di wilayah Nusantara motif ini juga banyak dijumpai pada hiasan candi, ukiran kayu pada rumah adat, dan batik. Pada batik dibuat variasi dengan bentuk ”SS” seperti ragam hias motif parang.

Motif pilin

Motif pilin

6.   Motif Tempel

Motif tempel adalah motif ragam hias yang berbentuk ceplok berulang-ulang. Bentuk ceplok berulang ini banyak dijumpai pada pakaian arca candi. Juga dapat kita jumpai pada kain batik tradisional Jawa.

7.  Motif Pohon Hayat/Flora

Motif pohon hayat adalah motif ragam hias yang berupa bentuk dari tumbuh-tumbuhan. Motif ini mulai berkembang sejalan dengan perkembangan agama Islam di Nusantara. Motif ini banyak kita jumpai pada motif ragam hias bangunan tradisional. Bentuk motif ragam hias pohon hayat berupa sulur-sulur pohon anggur, dan motif pohon yang distilasi. Setiap daerah memiliki ciri khas sendiri-sendiri untuk motif pohon hayat ini. Motif pohon hayat memiliki makna kesuburan dan kehidupan.

Motif pohon hayat

Motif pohon hayat

Motif pohon hayat

Motif pohon hayat

8.  Motif Sayap (Lar)

Motif lar adalah motif ragam hias yang merupakan penyederhaan dari bentuk burung garuda. Motif lar di Jawa digunakan untuk motif batik. Motif ini memiliki makna kekuasaan, sehingga hanya boleh digunakan oleh keluarga bangsawan atau keluarga keraton saja. Motif yang hanya boleh digunakan di kalangan bangsawan disebut motif larangan.

Motif sayap

Motif sayap

9.  Motif Binatang

Motif binatang adalah motif ragam hias yang berbentuk binatang-binatang. Motif ini sering digunakan pada hiasan candi, ukiran rumah tradisional, dan motif batik.

Motif burung hong

Motif burung hong

Trimakasih telah berkunjung di halaman kami. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman.

M. Wisnu Jadmika; penulis modul Seni Budaya SD, SMP, SMA, dan SMK

M. Wisnu Jadmika; penulis modul Seni Budaya SD, SMP, SMA, dan SMK

Modul Seni Rupa SMP VII

MODUL SENI RUPA SMP VII

Penulis : M. Wisnu Jadmika, S.Pd. (Guru SMAN 1 Bayat)

BERKARYA SENI RUPA

A.  GAMBAR BENTUK

Gambar bentuk adalah menggambar objek benda yang diwujudkan di atas bidang gambar melalui kemahiran tangan dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang. Menggambar bentuk pada dasarnya merupakan suatu kegiatan menggambar yang objek gambarnya berupa bentuk suatu benda. Di dalam menggambar bentuk benda yang perlu diperhatikan antara lain : bentuk  benda tersebut,  proporsi benda, komposisi, persfektif benda dan bayangan benda.

bentuk benda

Dalam menggambar bentuk tiga dimensi kita perlu berlatih menggambar bentuk dasar seperti lingkaran, kubus, dan silinder.

1.    Unsur-Unsur Seni Rupa

Unsur-unsur seni rupa merupakan bagian terpenting dalam membuat suatu karya. Unsur seni rupa adalah semua bagian yang mendukung terwujudnya suatu karya seni rupa. Unsur seni rupa dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu unsur fisik dan unsur phikis. Unsur-unsur yang bersifat fisik : titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur dan warna. Sedangkan unsur yang bersifat phikis : perasaan, pandangan, pemikiran, gagasan atau karakter yang terungkap dalam karya seni tersebut. Unsur ini tidak dapat dipahami secara visual melainkan hanya dapat dirasakan saja. Dalam suatu karya seni rupa, unsur-unsur tersebut di atas disusun dan dipadukan menurut prinsip-prinsip tertentu seperti kesatuan, keseimbangan dan irama, sehingga mampu mengekspresikan perasaan, pandangan dan karakter pembuatnya dalam sebuah karya seni. Menggambar bentuk benda juga harus memperhatikan unsur-unsur tersebut.

a.  Titik;  atau sering disebut noktah adalah unsur terkecil dalam pembuatan suatu karya.

b.  Garis ; merupakan sekumpulan titik-titik yang memanjang. Garis terdiri dari dua macam yaitu garis lurus dan garis lengkung. Kedudukan garis antara lain horizontal, vertikal, miring, serong. Sedangkan yang dimaksud dengan intensitas garis adalah tebal dan tipisnya garis.

Garis merupakan salah satu unsur utama dalam menciptakan suatu karya, karena garis digunakan sebagai dasar pembentukan gambar bidang, bentuk, atau tekstur. Dalam perkembangannya garis menjadi lebih beragam misalnya garis luirus menjadi garis lurus patah-patah beraturan, zig-zag, dan bergerigi. Garis lengkung menjadi patah lengkung beraturan, patah lengkung tak beraturan, dan bergelombang.

Macam-macam titik

Macam-macam titik

Macam-macam garis

Macam-macam garis

Karakter antara garis lurus dan garis lengkung sangat bertentangan. Karakter garis lurus adalah stabil, statis, tegas, kaku, kuat, kokoh, tajam, tegar, sportif, konstruktif, maskulin, jantan, rapi. Sedangkan karakter garis lengkung adalah alami, lembut, lemah, luwes, feminim, lunak, layu, lentur (plastis), gemulai, acak, dinamis, elegan.

c.  Bidang (Shape);  sebuah garis yang bertemu ujung pangkalnya akan membentuk sebuah bidang. Demikian juga  beberapa garis yang saling potong satu sama lain akan membentuk beberapa bidang. Seperti halnya garis, bidang juga mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda. Misalnya bergelombang datar mengesankan gerak labil dan sebagainya. Perbedaan sifat yang nyata antara garis dan bidang terletak pada kekuatannya memberi illusi, suatu bidang akan lebih mengarah pada sifat yang mendimensi.

bidang bidang tidak beraturan

d.  Bentuk (Form); adalah merupakan ciri setiap benda, baik itu benda buatan manusia maupun benda yang berasal dari alam. Bentuk ini dapat berarti bentuk bangun atau bentuk plastis (form).

Bangun                      : bentuk benda yang polos seperti yang terlihat oleh mata.

Bentuk plastis        : bentuk benda sebagaimana terlihat dan terasa karena adanya unsurenilai (value) gelap terang.

Sehingga kehadiran benda itu tampak terasa lebih hidup dan memainkan peranan tertentu dalam lingkungannya.

e.  Tekstur;   adalah nilai raba dari suatu permukaan bidang. Tekstur dibedakan menjadi dua, yaitu tekstur nyata dan tekstur semu.  Tekstur nyata      yaitu nilai raba dari suatu permukaan benda yang benar-benar nyata sesuai dengan kelihatannya. Contoh permukaan bidang kaca kalau kita lihat akan kelihatan halus setelah kita raba ternyata benar-benar halus.  Tekstur semu    yaitu suatu nilai raba dari suatu permukaan benda yang tidak sesuai dengan kelihatannya. Contoh permukaan suatu bidang kelihatan kasar tetapi setelah diraba ternyata permukaannya halus.

tekstur

f.  Warna;  telah menjadi bagian kehidupan manusia sehari-hari yang dapat kita lihat dalam berbagai perabotan, pakaian, rumah, makanan, lingkungan, bahkan tubuh manusia sendiri mempunyai warna. Warna merupakan unsur seni rupa yang paling menonjol, yang sangat penting dan telah diakui sebagai salah satu wujud keindahan yang dapat dicerap oleh mata manusia. Kehadiran warna menjadikan benda dapat dilihat, dan melalui unsur warna orang dapat mengungkapkan suasana perasaan atau watak benda tersebut. Warna juga menunjukkan sifat dan watak yang berbeda-beda bahkan bervariasi yang sangat banyak. Berdasarkan sifatnya kita dapat menyebutkan  warna muda, warna tua, warna terang, warna gelap, warna redup, warna cemerlang. Warna dilihat dari macamnya antara lain ; kuning, merah, biru, hijau, jingga, dll. Warna dilihat dari watak atau karakternya antara lain warna panas, warna dingin, warna lembut, dan warna  kontras.

Lingkaran warna

Lingkaran warna

Warna adalah berupa pigmen yang mempunyai sifat yang khas apabila disinari akan memantulkan sifat tersebut dan mewakili dirinya, sifat merah menjadi warna merah. Warna adalah kesepakatan perjanjian atau lambang, contohnya seperti di bawah ini.

Merah        : berani, semangat, gairah, cinta.

Orange      : kering, gersang, kebahagiaan, kegembiraan, ranum.

Kuning       : emas, kemuliaan, keagungan, kemewahan, biasa, cemburu, iri,

benci, ragu-ragu, layu, gugur.

Hijau          : muda, pertumbuhan, perkembangan, harapan, sejuk,makmur,

kemenangan.

Biru            : kesetiaan, kebenaran, kesungguhan,dalam, misteri.

Ungu         : kemewahan, kebesaran, duka cita.

Putih          : suci, kosong, bersih, lahir, tak berdosa, menyerahkan diri.

Hitam        : kegelapan, misteri, kematian, ketegasan, kewibawaan,

kesungguhan, abadi.

Warna terjadi karena pembiasan cahaya pada wujud ‘prismatik’ yang menimbulkan spectrum pelangi. Oleh karena itu, tanpa adanya cahaya, tidak akan terbentuk warna. Salah satu teori warna yang terkenal adalah lingkaran warna yang diciptakan oleh Moses Harris pada tahun 1766 yang dirangkum dari warna primer.

Menurut Brewster, warna secara umum dapat digolongkan menjadi tiga kelompok utama antara lain sebagai berikut.

1)    Warna primer  adalah warna dasar atau warna pokok yang terdiri dari warna merah, biru, dan kuning.

2)    Warna sekunder adalah warna hasil pencampuran seimbang dari warna primer satu dengan lainnya. Warna sekunder terdiri dari warna hijau, jingga, dan ungu

3)    Warna tersier adalah warna hasil pencampuran warna-warna skunder, atau pencampuran warna primer dengan warna sekunder. Contoh warna sekunder adalah warna ungu kemerahan, ungu kebiru-biruan, hijau kebiru-biruan, hijau kekuning-kuningan, jingga kekuning-kuningan, jingga kemerah-merahan.

Percampuran warna primer menjadi warna skunder

Percampuran warna primer menjadi warna skunder

Selain tiga kelompok warna utama di atas juga masih dapat ditemukan kelompok  warna yang lain, yaitu sebagai berikut.

1)    Hue;  Macam-macam warna dalam satu jenis warna, misalnya jenis warna merah memiliki macam-macam warna seperti : merah darah, merah jambu, merah rose, merah hati, merah jernih, merah jingga, merah muda, dll.

Warna hue

Warna hue

2)    Value (Gelap Terang) ; Value adalah tingkat gelap terangnya warna. Warna yang paling terang adalah putih dan yang paling gelap adalah hitam.

3)    Intensitas Warna (Intensity) atau Kualitas Warna;   adalah merupakan tingkat kecerahan atau kemuraman warna. Warna yang cerah adalah warna yang mempunyai kecerahan sinar (spotlight) dan warna yang muram adalah warna yang kusam atau warna yang tidak berkesan memancarkan  sinar.

4)    Kontras (Contras);  warna kontras adalah warna yang saling bertentangan atau bertolak belakang tingkat gelap terangnya.

Warna kontras

Warna kontras

5)    Komplementer (Complement); warna komplementer adalah warna yang apabila dicampur antara dua warna akan menjadi gelap/kelabu/hitam kusam. Misalkan ; merah x hijau, biru x jingga, kuning x ungu

6)    Monokrom (Monocrome); warna monokrom adalah warna yang masih sejenis atau masih sekeluarga. Warna monokrom contohnya adalah keluarga warna merah, maka terdiri dari warna : merah hitam, merah coklat, merah gelap, merah jernih (primer), merah muda, merah jambu, merah jambu muda, dan seterusnya.

7)    Monoton (Monotone); warna monoton adalah warna yang memiliki gelap terang yang senada. Contoh warna monoton adalah warna-warna gelap seperti coklat, hijau tua, biru tua, dan merah tua. Warna-warna terang seperti warna cream, kelabu, kuning gading, pink, biru laut, dan hijau pupus.

8)    Analog (Warna berdekatan); warna analog adalah warna-warna yang tidak kontras dan komplementer, dan jika dicampur menjadi warna yang bagus/matang. Contoh analog warna adalah warna biru berdekatan dengan warna merah/ungu/merah keunguan atau biru berdekatan dengan kuning/hijkau/hijau kekuningan.

9)    Warna Hangat-Dingin (Colour Condition); warna hangat adalah warna yang mengandung warna merah/warna yang terang. Warna dingin adalah warna yang mengandung warna biru/putih atau redup.

2.    Prinsip-Prinsip Seni Rupa

Penciptaan suatu karya seni selain menggunakan unsur-unsur seni juga menggunggunakan pertimbangan yang sangat mendasar yaitu penggunaan dan pengaturan kaidah-kaidah seni rupa yang disebut dengan prinsip-prinsip seni yang sering disebut dengan komposisi.

a.  Proporsi

Proporsi (perbandingan) yaitu unsur kesebandingan ideal yang dapat dicerap oleh persepsi pengamat sehingga terjadi keseimbangan harmonis objek gambar. Salah satu teori klasik zaman Yunani yang tetap dipakai hingga sekarang dikenal sebagai Golden Ratio yang diterapkan pada bangunan Parthenon, yaitu perbandingan lebar dan panjang = 1 : 1,6. teori ini di abad ke-19 dikenal sebagai Golden Section.

Golden section

Golden section

Pengaturan perbandingan dan cara penempatan ukuran bagian-bagian benda atau perbandingan benda satu dengan lainnya dengan tepat akan sesuai dengan proporsi benda yang ideal. Pengaturan dan penempatan ukuran yang tepat dan harmonis akan menciptakan suatu karya seni yang serasi dan sempurna.

Perbandingan ideal manusia

Perbandingan ideal manusia

Perbandingan tinggi manusia

Perbandingan tinggi manusia

Beberapa perubahan bentuk tersebut, yaitu :

1)    Stilasi

Stilasi atau peng-gaya-an adalah sebagai langkah peng-gaya-an bentuk, pengembangan yang memperindah, tetapi sifat-sifat pokok atau karakter objeknya tetap.

Stilasi pohon hayat

Stilasi pohon hayat

Stilasi pohon

Stilasi pohon

2)    Distorsi

Distorsi atau penyimpangan ialah sebagai langkah penggeliatan, melebih-lebihkan, menyangatkan bentuk sehingga menguatkan karakter.

Lukisan bergaya distorsi

Lukisan bergaya distorsi

Lukisan bergaya distorsi

Lukisan bergaya distorsi

3)    Deformasi

Deformasi atau pemisahan ialah mengubah atau memisahkan-misahkan bagian-bagian bentuk tetapi tidak meninggalkan kesatuan atau keselarasan.

Lukisan bergaya deformasi

Lukisan bergaya deformasi

b.  Balance

Balance (keseimbangan)  yaitu pengaturan unsur-unsur seni yang dapat menciptakan suatu perbandingan dan intensitas sebanding yang bertitik pusat pada suatu tempat sehingga terdapat keseimbangan dari unsur-unsur yang digunakan. Keseimbangan ada dua macam yaitu keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris.

Balance pada lukisan pemandangan

Balance pada lukisan pemandangan

c.  Unity

Unity (kesatuan) merupakan unsur-unsur seni yang dimanfaatkan dalam suatu karya, terkait dalam kaidah-kaidah yang menimbulkan suatu ketergantungan. Apabila kaidah-kaidah tersebut ada yang lemah atau hilang maka akan tercipta karya yang tidak serasi. Untuk itu hubungan yang kuat dan erat dari kaidah-kaidah seni tersebut akan menciptakan karya seni yang sempurna.

lukisan unity

d.  Rytme

Rytme (irama) adalah merupakan pengulangan unsur-unsur secara konstan (teratur, continue, rutinitas) dan terjadinya suatu proses perubahan atau perpindahan unsur-unsur yang tidak begitu jelas.

lukisan unity

Unity dalam sebuah lukisan

Unity dalam sebuah lukisan

e.  Point of Interest

Point of Interest (pusat perhatian) secara menyeluruh dan keutuhan karya terdapat unsur seni yang sengaja diperkuat intensitasnya dan memberikan suatu unsur pusat perhatian yang dapat mendominasi dari unsur keseluruhan dan tidak  mengganggu kesempurnaan.

point of interest pada lukisan

point of interest pada lukisan

Kupu jadi point of interest

Kupu jadi point of interest

f.  Harmoni (Keselarasan)

Timbulnya suatu keselarasan unsur-unsurnya dan tidak saling tenggelam dan menonjol sehingga dalam karya tersebut unsurnya saling mendukung juga terkait satu dengan yang lain.Harmoni dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu harmoni langsung dan harmoni tidak langsung.

1)    Harmoni langsung

Harmoni yang langsung terlihat dari unsur seni yang telah serasi, misalnya harmoni yang diperoleh keselarasan garis-garis, keserasian warna, keseimbangan bentuk.

2)    Harmoni tidak langsung

Harmoni yang dicapai lewat pertimbangan pikir  terhadap objek-objek karya yang ditampilkan, misalnya lukisan alam benda yang berupa alat kebun, maka akan serasi apabila terdiri dari lukisan barang atau alat yang digunakan untuk berkebun, diantaranya pipa air, sabit, gunting tanaman, cangkul, skop, pupuk, kursi kebun, dan sebagainya.

Lukisan Georges Seurat

3.    Menggambar Bentuk Benda

a.  Menggambar bentuk benda silindris

Menggambar bentuk benda silindris adalah menggambar bentuk benda-benda yang memiliki bentuk dasar silindris. Bentuk benda silindris itu seperti gelas, botol, tabung, ember, porong, termos, pensil, bola.

Bentuk silindris

Bentuk silindris

Bentuk silindris

Bentuk silindris

Gelas kaca

Gelas kaca

Menggambar gelas silindris

Menggambar gelas silindris

Menggambar botol

Menggambar botol

b.  Menggambar bentuk benda kubistik

Gambar kubistis adalah gambar bentuk dengan bentuk-bentuk kubistis. Bentuk benda kubistis itu seperti lemari, koper, balok es, batu bata, buku, bangunan gedung, televisi, radio, komputer dan kotak.

Benda kubistik almari

Benda kubistik almari

Contoh benda kubistik

Contoh benda kubistik

c.  Menggambar Bentuk Benda Bebas

Bentuk benda bebas adalah bentuk benda yang tidak beraturan. Bentuk benda ini seperti sayur-sayuran, daun-daunan, kain, pakaian, dan buah-buahan.

B.  MEMBUAT DESAIN BATIK

Sebelum kita membuat karya tiga dimensi terlebih dahulu kita harus membuat rancangan atau desain. Orang yang membuat rancangan atau desain disebut dengan desainer. Membuat desain atau membuat gambar rancangan sangat penting untuk menentukan bentuk awal karya seni tiga dimensi yang akan kita buat. Di dalam merancang benda pakai kita harus memperhatikan : kegunaan/fungsi, kenyamanan, keamanan, dan keindahan.

Membatik

Membatik

Membatik

Membatik

Pembuatan desain motif batik Yogyakarta, pada dasarnya sama dengan pembuatan desain motif batik daerah lain. Pembuatan batik di daerah Yogyakarta dikerjakan dengan teknik batik tulis halus dengan teknik pewarnaan soga. Pembuatan desain motif yang perlu diperhatikan adalah pembuatan motif pokok, membuat isen-isen pada motif pokok, dan memberi motif tambahan untuk menyeleraskan motif batik tersebut.

a.    Membuat Desain Motif Pokok

Motif pokok pada desain motif batik biasanya akan menjadi nama motif tersebut. Nama-nama motif batik di daerah Yogyakarta seperti parang rusak, garuda ageng, kawung, sembagen huk, sidomukti, sidodadi, madubranta, camukiran, dan udan liris. Disebut motif pokok karena motif tersebut menjadi motif inti dari keseluruhan pola pada batik.

Motif batik sidomukti

Kegunaan        : digunakan untuk upacara perkawinan dipakai oleh sepasang pengantin.

Unsur motif     : gurda

Filosofi             : diharapkan selalu dalam kecukupan dan kebahagiaan

Zat warna        : soga alam

Motif batik sido mukti

Motif batik sido mukti

Sido berarti terus menerus atau menjadi dan mukti berarti hidup dalam kecukupan dan kebahagiaan. Dengan demikian motif ini melambangkan harapan akan masa depan yang baik, penuh kebahagiaan untuk kedua mempelai.

Motif batik parang rusak

Kegunaan        : sebagai kain panjang

Unsur motif     : parang, mlinjon

Filosofi             : parang menggambarkan senjata, kekuasaan. Ksatria yang menggunakan diharapkan kekuatannya berlipat ganda.

Zat warna        : soga alam

Motif parang rusak

Motif parang rusak

b.    Membuat Motif Isen

Motif isen berfungsi untuk melengkapi (mengisi) motif pokok. Motif isen biasanya berbentuk garis-garis. Motif isen berfungsi memberi isi motif pokok maka motif ini berupa garis-garis kecil di dalam motif pokok. Motif isen ada beragam dan bervariasi, motif ini digunakan agar motif batik kelihatan lebih bagus. Motif isen tersebut seperti cecek, cecek pitu, sisik melik, cecek sawut, cecek sawut daun, herangan, sisik, sawut, galaran, rambutan, sirapan, dan cacah gori.

c.    Membuat Motif Tambahan

Motif tambahan merupakan motif di luar motif pokok yang mengisi keseluruhan bidang batik. Motif tambahan atau pengisi bidang ini bentuknya lebih kecil dari motif pokok. Fungsi dari motif tambahan ini untuk menghias bidang pada kain yang masih kosong di luar motif pokok.

d.    Langkah-langkah Pembuatan Desain Motif Batik

Langkah 1

Langkah pertama dalam pembuatan motif batik adalah menentukan dulu motif pokok yang akan dibuat. Motif pokok harus dapat mewakili dari keseluruhan batik. Motif ini menjadi bentuk yang menjadi pusat perhatian.

Membuat motif batik

Membuat motif batik

Langkah 2

Pembuatan motif pokok selesai, langkah selanjutnya memberi isen-isen pada motif pokok. Isen-isen ini untuk memperindah bentuk motif pokok. Pada awalnya motif pokok baru berupa gambar kosong atau baru berupa klowongan yang belum ada isennya. Motif pokok yang sudah diberi isen disebut rengrengan.

Memberi isen-isen pada motif pokok

Memberi isen-isen pada motif pokok

Langkah 3

Langkah selanjutnya apabila desain motif pokok sudah diberi isen (rengrengan) adalah memberi motif tambahan. Motif tambahan ini untuk mengisi bidang di luar motif pokok. Motif tambahan juga bermacam-macam sesuai dengan selera pembatik. Seperti diberi isen papahan, kembang krokot, gabah sinawur, dan tritisan.

Membuat reng-rengan dengan menggunakan lilin malam

Membuat reng-rengan dengan menggunakan lilin malam

Motif batik yang sudah jadi

Motif batik yang sudah jadi

Motif batik yang sudah jadi

Motif batik yang sudah jadi

Trimakasih telah mampir di halaman kami. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat buat teman-teman.

Wisnu Jadmika penulis modul untuk Seni Budaya SD, SMP, SMA, dan SMK

Wisnu Jadmika penulis modul untuk Seni Budaya SD, SMP, SMA, dan SMK

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.