Lesung

Ditulis : M. Wisnu Jadmika, S.Pd.

Penabuh lesung tinggal generasi tua

Penabuh lesung tinggal generasi tua

Lesung merupakan alat tradisional Jawa yang digunakan sebagai sarana untuk menumbuk bulir padi. Lesung digunakan oleh masyarakat pedesaan dari generasi ke generasi. Alat ini dibuat dari bahan kayu. Kayu yang digunakan juga bervariasi dari kayu jati sampai kayu munggur (kayu besi). Konsep awal pembuatan lesung adalah untuk mempermudah kerja manusia di dalam mengupas kulit bulir padi menjadi beras. Teknik pengupasannya dengan ditumbuk menggunakan alat kayu yang dibuat bulat (alu).

Dalam menumbuk padi biasanya terdiri dari beberapa orang dalam satu liang lesung. Dari tumbukan yang bergantian dan bentuk lesung yang tidak sama besarnya, menimbulkan bunyi yang bervariasi. Dari bunyi yang enak didengar tersebut akhirnya, menjadi kebiasaan masyarakat pedesaan saat menumbuk padi. Biasanya penumbuk padi tersebut berada di sebelah kanan kiri lesung, terdiri dari 5-6 orang. Sebagai sarana untuk mengobati kelelahan terciptalah bunyi-bunyian yang menarik. Penumbuk lesung berperan masing-masing sesuai dengan tempatnya menumbuk.

Perkembangan berikutnya, seiring dengan perkembangan teknologi, lesung bergeser fungsi. Lesung yang tadinya berfungsi sebagai sarana untuk menumbuk padi menjadi alat musik tradisional. Lesung termasuk alat musik ritmis. Jadi apabila dibunyikan tidak dapat menimbulkan nada-nada. Sepertinya halnya kentongan, kendang, drum, dan gendang.

Lesung sebagai musik penyambutan tamu kehormatan

Lesung sebagai musik penyambutan tamu kehormatan

Musik lesung dapat digunakan sebagai musik pengiring lagu-lagu, musik pengiring pertunjukan (ketoprak lesung), musik penyambutan tamu. Akhir-akhir ini musik lesung sudah mulai ditinggalkan generasi muda Indonesia, khususnya di Jawa. Penabuh lesung pun sekarang kita jumpai tinggal generasi tua. Sebagai generasi yang mencintai hasil kebudayaan pribumi, marilah kita berusaha untuk melestarikan kebudayaan tradisional kita.

1 Komentar

  1. Maret 6, 2013 pada 1:02 pm

    Mo…mbokmu sing klambi biru..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: