SENI RUPA XI IPS

Penulis : M. Wisnu Jadmika, S.Pd. (Guru SMAN 1 Bayat)

BAB I. APRESIASI SENI RUPA

Standar Kompetensi   : Mengapresiasi Karya Seni Rupa

Kompetensi Dasar      :

1. Mengidentifikasi gagasan, teknik, dan bahan dalam karya seni rupa terapan Mancanegara

2. Menampilkan sikap apresiatif atas keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan Mancanegara.

Ukiran dari kayu jati dengan motif modern

Ukiran dari kayu jati dengan motif modern

Tahukah kalian kalau kita hidup ini selalu berhubungan dengan hasil karya seni terapan? Dari sejak lahir sampai sekarang kita selalu berhubungan dan menggunakan hasil karya seni rupa terutama hasil karya seni rupa terapan. Waktu kita tidur maupun beraktifitas juga berhubungan dan menggunakan hasil karya seni rupa terapan. Apa sebenarnya seni rupa terapan itu, sehingga kita selalu berhubungan dan menggunakannya? Untuk mengetahui pertanyaan tersebut marilah kita mendalami materi berikut ini!

Pendalaman Materi

blog.its.ac.id

Seni rupa terapan adalah merupakan salah satu hasil karya seni rupa dari jaman pra sejarah. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan-penemuan benda seni rupa terapan. Seni rupa terapan yang ditemukan pada jaman pra sejarah ini diperkirakan merupakan benda untuk kegiatan berburu dan meramu, atau dengan kata lain hasil karya seni rupa yang digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Beberapa hasil karya seni pada jaman prasejarah antara lain berupa kapak genggam dari batu (chopper), parigi, chalcedon (beraneka ragam batu) dan peralatan dari tulang (bone culture), macam-macam tembikar, dengan motif sederhana, gelang, kalung, dan cincin dari batu dan pakaian dari kayu, dan lain-lain.

kapak genggam

alat serpih

anak panah

kapak genggam

kapak (cbu.edu)

kapak lonjong

Berbagai macam peninggalan prasejarah

Perkembangan selanjutnya berbagai macam hasil seni rupa terapan dihasilkan dengan teknik yang sederhana sampai yang menggunakan teknologi modern. Karya seni rupa terapan (applied art) adalah benda-benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang memiliki fungsi optimal dan memiliki bentuk yang menarik dan indah. Beberapa contoh seni rupa terapan adalah batik, border, sulam, kristik, aplikasi (menemel), hiasan dinding, topeng, wayang golek, perhiasan, almari, kursi, boneka, sepatu, dompet, vas bunga, guci, teko, anyam-anyaman, dan lain-lain.

wayang golek

batik motif mega mendung

ukiran jepara

Hasil karya seni rupa terapan hampir di setiap wilayah atau negara memiliki identitas dan keunikan atau ciri khas tersendiri. Karya seni rupa terapan merupakan hasil karya seni yang sangat dibutuhkan kehadirannya guna memenuhi kebutuhan hidup. Perwujudan karya seni rupa terapan dipengaruhi oleh gagasan, teknik, dan bahan yang digunakan.

A.   Menilai Keunikan Seni Rupa Terapan

Karya seni rupa terapan adalah karya seni yang dirancang dengan tujuan fungsional, yaitu untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis (kerajinan tangan, rumah, mobil, perabot rumah tangga). Seni rupa terapan pada garis besarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu seni kriya (seni kerajinan) dan desain (rancangan). Seni kriya atau kerajinan tangan banyak sekali terdapat di wilayah nusantara. Masing-masing daerah mempunyai ciri khas sendiri-sendiri.  Seni kriya di wilayah nusantara pada umumnya masih sangat sederhana baik bentuk maupun teknik pengerjaannya. Perkembangan selanjutnya seni kriya di nusantara perlahan mulai dapat pengaruh dari budaya lain. Hal ini disebabkan karena wilayah nusantara merupakan tempat persinggahan bangsa lain. Pengaruh dari luar mempengaruhi bentuk, corak, ataupun gagasan dalam berkreasi seni rupa terapan atau kerajinan.

Rumah Tongkonan

ukiran modern

relief candi prambanan

  1. Gagasan

Karya seni rupa terapan mengutamakan faktor kegunaan dan juga faktor estetikanya. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan kedua faktor tersebut diperlukan rancangan, teknik dan perhitungan yang akurat didalam memilih bahan, bentuk (desain), ukuran, fungsi dan daya tahannya.

Seni kriya (seni kerajinan) merupakan salah satu bagian dari seni rupa terapan. Seni kriya adalah hasil pekerjaan tangan yang dilakukan oleh orang yang terampil dan berkemampuan. Pada  umumnya seni kriya dibuat sebagai barang produksi atau seni industri.  Dalam mencipta karya seni rupa terapan , seorang seniman tidak lepas hubungannya dengan masyarakat. Dalam pembuatan seni kriya (seni kerajinan) mengutamakan keterampilan dan kecekatan. Ide atau gagasan menciptakan karya seni rupa terapan di samping untuk kepuasan diri sendiri juga untuk kebutuhan masyarakat. Merancang sebuah karya seni rupa terapan tumbuh dari adanya gagasan atau ide, dan imajinasi. Gagasan yang baik dan diwujudkan dalam wujud rupa akan menjadi sebuah karya yang ideal. Gagasan atau ide seniman di dalam membuat suatu karya tidak terlepas dari hubungannya dengan alam, karya seni dan masyarakat.

  1. Teknik

Teknik dalam seni rupa artinya cara yang digunakan seniman (perupa) dalam proses membuat suatu karya seni rupa. Teknik pembuatan karya seni rupa terapan dapat dilakukan dengan berbagai cara :

  1. Tangan kosong (hand made)

Karya seni rupa terapan ini dibuat hanya  menggunakan tangan, tanpa menggunakan peralatan.

Hand made membuat manik-manik

Hand made membuat manik-manik

  1. Tangan dan peralatan sederhana.

Karya seni rupa terapan ini adalah perpaduan antara menggunakan tangan dan bantuan alat yang sederhana. Contohnya membuat gerabah/keramik, membuat batik, membuat anyam-anyaman, membuat ukir-ukiran, tenun tradisional, dan sebagainya.

Membatik menggunakan alat canting sederhana

Membatik menggunakan alat canting sederhana

  1. Menggunakan mesin

Karya seni rupa terapan ini adalah menggunakan peralatan mesin dari yang sederhana sampai yang menggunakan teknologi modern. Contohnya pembuatan kerajinan perak, kerajinan kulit (sepatu, tas, jaket, dll), mobil, kendaraan, sepeda, dan sebagainya.

produksi mesin modern

produksi mesin modern

Teknik pembuatan suatu karya seni rupa terapan mancanegara umumnya tidak terlepas dengan desain. Dalam pembuatan desain dilakukan beberapa langkah sebagai berikut :

–       membuat sketsa awal, yaitu gambar bentuk benda seutuhnya yang dirancang, baik bentuk maupun hiasannya. Sketsa awal adalah merupakan penuangan ide awal dari sipembuat.

Sketsa

Sketsa

–       Membuat gambar rencana, yaitu gambar hasil penyempurnaan dari pembuatan sketsa awal.

Membuat gambar rencana ini dibuat dengan terperinci baik itu bentuknya, ataupun hiasannya. Kadang dalam membuat gambar rencana kita jumpai bentuk-bentuk tertentu yang perlu dibuat gambar secara proyeksi atau perspektif yang dilengkapi dengan ukuran dan keterangan yang jelas.

–       Gambar proyeksi dapat menunjukkan keadaan bentuk gambar tampak dari depan, tampak dari samping, dan tampak dari atas.

–       Gambar perspektif dapat menunjukkan keadaan bentuk barang secara keseluruhan.

–       Ukuran dalam gambar rancangan dengan menggunakan skala, hal ini diharapkan dalam pelaksanaan pembuatan benda seni rupa terapan yang sebenarnya akan mudah dan berhasil baik.

  1. Bahan

Bahan yang digunakan dalam seni rupa terapan sangat beragam baik yang berupa bahan yang berkualitas baik ataupun dari bahan-bahan limbah. Bahan-bahan untuk membuat karya seni rupa terapan antara lain dari; logam, kaca, kulit, kayu, plastik, tanah liat, kertas, fiberglas, dan sebagainya. Dari bahan-bahan tersebut dibuat menjadi barang seni yang bermanfaat dan mempunyai nilai artistik. Bahan-bahan limbah yang dapat digunakan untuk membuat karya seni rupa terapan antara lain ; limbah kayu, kain perca, kertas bekas, plastik bekas, limbah kulit, kaleng bekas, besi rongsok, serbuk gergaji, dan lain-lain.

B.   Apresiasi Karya Seni Rupa Terapan Mancanegara

Apresiasi berasal dari bahasa Inggris, to apreciatie artinya menghargai. Apresiasi adalah sikap seseorang dalam kesanggupan menghargai dan menilai karya orang lain atau karya sendiri, yang memiliki nilai-nilai luhur.

Mengapresiasi karya seni adalah berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap segi-segi di dalamnya, sehingga secara sadar mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya. Menilai seni rupa terapan diperlukan proses pemahaman apresiasi seni rupa secara utuh, yaitu dengan pengamatan, penghayatan terhadap karya, dan pengalaman berkarya seni sehingga dapat menumbuhkan rasa haru, sikap empati dan simpati yang akhirnya berkemampuan menikmati, menilai dan menghargai seni.

Karya seni rupa terapan adalah karya seni yang dirancang dengan tujuan fungsional, yaitu untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis (kerajinan tangan, rumah, mobil, perabot rumah tangga).

Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriyaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau.
Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka artista dapat dipersamakan dengan cilpa.
Ars inilah yang kemudian berkembang menjadi l’arte (Italia), l’art (Perancis), elarte (Spanyol), dan art (Inggris), dan bersamaan dengan itu isinyapun berkembang sedikit demi sedikit kearah pengertiannya yang sekarang. Tetapi di Eropa ada juga istilah-istilah yang lain, orang Jerman menyebut seni dengan die Kunst dan orang Belanda dengan Kunst, yang berasal dari akar kata yang lain walaupun dengan pengertian yang sama. (Bahasa Jerman juga mengenal istilah die Art, yang berarti cara, jalan, atau modus, yang juga dapat dikembalikan kepada asal mula pengertian dan kegiatan seni, namun demikian die Kunst-lah yang diangkat untuk istilah kegiatan itu).

Dengan timbulnya istilah seni murni (fine art) dalam abad 18 mulailah terjadi perbedaan yang mendasar tentang seni murni dan seni pakai. Seni berkembang terus, dan pada abad 19 ada usaha untuk menyatukan kembali antara seni dan kria, dalam sejarah senirupa, kita mengenal lahirnya Werkstatte di Austria dan Bauhaus di Jerman merupakan suatu usaha untuk menyatukan kembali seni murni dan seni pakai. Lahirlah istilah yang kita kenal sekarang dengan sebutan disain industri. Namun demikian, perkembangan seni rupa sejak tahun 60an sampai sekarang telah menunjukkan suatu perkembangan yang berbaur dengan berbagai disiplin seni, seperti munculnya seni Happening, seni Instalasi, Multimedia dan lain-lain, juga batasan antara seni kriya yang betul-betul memiliki kemahiran teknik (buatan tangan) dengan campuran yang menggunakan alat industri, juga perkembangan teknologi fotografi yang demikian maju.
Media sebagai sarana aktivitas seni dapat menghasilkan karya seni setelah melalui proses penciptaan seniman berdasarkan pertimbangan artistik (nilai artistik). Jadi karya seni sesuai dengan media yang dipakai meliputi jenisnya; antaranya senirupa (visual art).
Pengertian dasar tentang lingkup senirupa (visual art) sesuai dengan media aktivitas:
a. Seni Murni         : seni lukis, seni patung, seni grafis

b. Disain                : disain grafis (komunikasi visual), disain interior, disain produk (disain industri)

c. Kriya                  : kriya tekstil, kriya kayu, kriya keramik, kriya kaca, kriya kulit, dll.

Karya seni murni lukisan karya Abas Alibasyah

Karya seni murni lukisan karya Abas Alibasyah

seni grafis sebagai seni murni

seni grafis sebagai seni murni

Patung abstrak sebagai karya seni murni

Patung abstrak sebagai karya seni murni

Karya seni tekstil

Karya seni tekstil

Pada masa lampau tidak ada perbedaan yang tegas antara seniman dan kriyawan, antara artists dan craftsman. Charles Batteaux (1713-1780) membedakan seni menjadi dua, yaitu:
a.   Seni rupa murni (fine art/ pure art)

Seni murni adalah seni yang merupakan pengungkapan ekspresi dan ide melalui unsur-unsur seni rupa, yang berfungsi sebagai kepuasan batin dan hiasan karena seni rupa ini diciptakan untuk dinikmati estetikanya. Jenis seni rupa murni adalah seni lukis, seni patung dan seni grafis.

b.  Seni rupa  terapan (useful art/ applied art)

Karya  seni yang digunakan untuk mempercantik benda-benda pakai tanpa mengurangi fungsi dan kegunaan benda yang bersangkutan, tetapi untuk menambah keindahan benda tersebut. Jenis seni rupa terapan ini antara lain karya seni desain dan seni kriya.

  1. Seni Kriya

Dalam penciptaan karya seni rupa terapan harus memperhatikan beberapa unsur atau prinsip-prinsip seni sebagai berikut :

1)    balance (keseimbangan)

2)    unity (kesatuan)

3)    ritme (irama)

4)    kontras (perbedaan mencolok)

5)    harmonis (serasi)

Pencipta karya seni harus memperhatikan beberapa faktor agar hasil yang dibuat menjadi maksimal. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah faktor estetis (nilai keindahan), faktor artistik (nilai seni), faktor applied (kegunaan), faktor karakteristik bahan, faktor tempat, dan faktor pasar.

Fungsi seni rupa terapan adalah :

a.    Fungsi sosial

Seni rupa terapan memiliki fungsi sosial adalah karya seni yang merupakan benda untuk kebutuhan manusia sehari-hari atau sebagai benda pakai.

b.    Fungsi spiritual

Benda seni yang merupakan fungsi spiritual adalah benda-benda seni rupa terapan yang dibuat untuk tujuan pemenuhan kebutuhan rohani atau spiritual manusia. Seperti benda-benda sarana peribadatan atau keagamaan ; masjid, gereja, vihara, kuil, klentheng, candi dan sebagainya.

Bentuk dan corak seni kerajinan sangat dipengaruhi oleh negara asal benda seni tersebut berasal. Negara-negara penghasil benda seni kriya yang sangat produktif, antara lain :

  • Tenun                    : Pakistan dan India
  • Batu permata        : Perancis dan Jepang
  • Keramik                : Tiongkok atau China
  • Ukir kayu              : Australia (suku Amborigin), India, Rusia
  • Ukir batu               : China dan Jepang
  • Batik                      : Jepang, Australia, Hawai
  • Mode Pakaian       : Perancis
  • Kuningan               : Perancis
  • Kulit                       : Meksiko, Perancis, dan Amerika Serikat
  1. Seni Desain

Pengertian desain ada beberapa macam, antara lain :

  • Desain adalah gambar untuk merencanakan sesuatu bentuk benda.
  • Desain adalah pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda buatan
  • Desain adalah suatu rencana yang terdiri dari beberapa unsur untuk mewujudkan suatu hasil yang nyata.

Syarat membuat desain yang baik adalah mudah dimengerti dan mudah untuk dikerjakan dengan jelas. Agar desain tampak jelas perlu dibuat gambar proyeksi dan sketsa perspektif dari bendanya.

a.    Prinsip Desain

1)    Unity

Unity merupakan kesatuan yang digubah melalui unsur yang mendominasi dan kurang mendominasi serta kedekatan dalam suatu komposisi karya seni.

2)    Balance

Balance atau keseimbangan adalah stabilitas atau kesan adanya daya tarik yang sama antara bagian yang satu dengan yang lain tanpa meniadakan aksentuasi/klimaks atau yang menjadi pusat perhatian pada susunan karya seni.

a)    Keseimbangan Sentral/Radial

Keseimbangan yang terpusat atau menyeluruh, yaitu keseimbangan antara kiri dan kanan,  atas dan bawah, dan diagonalnya yang sama.

b)    Keseimbangan Simetris/Formal

Keseimbangan suatu bentuk desain yang sama antara atas dan bawah atau kiri dan kanan.

c)    Keseimbangan Asimetris/Inormal

Keseimbangan asimetris adalah keseimbangan yang mempunyai bentuk berbeda tetapi mempunyai kesan yang seimbang.

d)    Keseimbangan Kontras

Keseimbangan kontras adalah keseimbangan yang diperoleh dari hal-hal yang berbeda baik bentuk maupun warnanya.

3)    Ritme

Ritme dalam seni rupa adalah susunan yang teratur dari unsur yang diulang-ulang dalam suatu karya seni.

4)    Proporsi

Proporsi adalah perbandingan ukuran yang ideal dari suatu objek.

b.    Unsur Desain

Unsur-unsur desain adalah unsur yang digunakan untuk mewujudkan desain atau yang dapat dilihat. Unsur tersebut antara lain :

1)    Titik (Spot)

Titik atau noktah atau spot adalah dasar dari pada pembuatan suatu garis.

2)    Garis

Garis adalah unsur yang sederhana dan mudah untuk digunakan sebagai alat ekspresi dan merupakan unsur yang paling awal digunakan dalam karya seni.

3)    Bangun/Bentuk (Shape)

Bentuk dapat dijadikan suatu pola dalam pembuatan karya desain, seperti segitiga, lingkaran, segi banyak dan lainnya.

4)    Warna

Warna merupakan unsur yang paling banyak digunakan dalam pembuatan karya seni rupa.

5)    Tekstur

Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan bidang. Tekstur ada dua macam yaitu :

  • tekstur nyata
  • tekstur semu

6)    Gelap Terang (Value)

Kesan gelap terang dap

at ditimbulkan karena cahaya juga karena warna.

7)    Ukuran

Ukuran adalah suatu unsur yang dapat mengesankan orang yang melihat, seperti besar-kecil, panjang-pendek, lebar-sempit.

Trimakasih mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Seragam Pramuka

M. Wisnu Jadmika adalah penulis modul Seni Budaya SD, SMP, SMA, dan SMK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: