CANDI SEWU

Ditulis oleh : M. Wisnu Jadmika, S.Pd.

Candi Sewu

Prambanan merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Klaten yang merupakan daerah perbatasan provinsi Jateng dan daerah istimewa Jogyakarta. Daerah Prambanan bagaikan gadis cantik yang sedang bersolek. Jika anda pergi berkunjung ke sana akan disuguhi pemandangan yang memesona. Di sana terdapat sebuah candi yang sangat terkenal diseluruh dunia, yaitu Candi Prambanan. Selain candi Prambanan dalam komplek yang sama juga terdapat Candi Sewu. Candi tersebut berlatar belakang dua buah gunung kembar, yaitu Merapi dan Merbabu. Candi Sewu atau juga dikenal sebagai Candi Manjusri.

Manjusri berasal dari istilah yang terdapat pada prasasti yang diketemukan pada tahun 1960. Prasasti tersebut berangka tahun 714 C atau 792 M yang isinya menyatakan penyempurnaan bangunan suci Manjus’rigra (rumah Manjusri). Candi Sewu didirikan oleh Rakai Panangkaran (raja Mataram Kuno memerintah dari tahun 746 – 784M)

Candi Sewu tersebut tepatnya terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jateng. Letak Candi Sewu berada di sebelah utara Candi Prambanan di komplek Taman Wisata Prambanan. Candi Sewu merupakan simbol keharmonisan beragama pada saat itu. Yaitu keharmonisan antara agama Hindu dan Buddha. Candi Sewu merupakan salah satu candi Buddha, sedangkan Candi Prambanan merupakan candi Hindu.

Disebut Candi Sewu bukan berarti jumlah candi di dalamnya terdapat 1000 candi, tetapi hanya memiliki 257 buah candi. Dengan 1 candi utama 8 candi apit dan 240 candi perwara dengan berbagai macam arca dan relief yang bisa anda temukan didalamnya. Berdasarkan temuan fondasi pagar di sebelah timur kompleks Candi Sewu pada tahun 194, diduga kompleks Candi Sewu dahulu terbagi dalam tiga halaman yang masing-masing dipisahkan oleh pagar keliling. Candi induk terletak pada halaman pertama yang dibatasi oleh pagar keliling setinggi 85 cm, dan berdenah persegi empat (40×41 meter). Denah bangunan utama candi berbentuk palang bersudut 20 dengan garis tengah dua delapan koma sembilan meter.

Candi Manjusi atau Candi Sewu

Candi Manjusri atau Candi Sewu

Dinding tubuh candi membagi bangunan menjadi 13 bagian yaitu satu bangunan tengah, empat lorong, empat selasar dan empat penampil. Setiap penampil mempunyai pintu ke luar dan pintu penghubung dengan lorong, sedangkan lorong-lorong tersebut juga mempunyai pintu penghubung dengan selasar di kanan kirinya. Khusus pada lorong timur terdapat pintu penghubung dengan bilik tengah. Di dalam bilik tengah terdapat sebuah asana lengkap dengan sandaranyya yang ditempatkan merapat ke dinding barat ruangan. Diduga asana tersebut dahulu diisi Arca Manjus’ri yang tingginya kurang lebih 360 cm. Sedangkan setiap bilik penampil diduga dahulu berisi enam arca yang diletakkan dalam enam relung, masing-masing tiga relung, masing-masing tiga relung berjajar di dinding kanan dan kiri.

Candi Sewu

Candi Sewu

Candi Induk Sewu mempunyai bilik utama (bilik tengah) dan empat buah bilik penampil. Masing-masing bilik penampil mempunyai pintu masuk. Pintu masuk sebelah timur sekaligus berfungsi sebagai pintu masuk utama menuju bilik tengah. Dengan demikian Candi Induk Sewu menghadap ke timur.

Candi Perwara dan candi Apit seluruhnya terdapat pada halaman kedua. Candi Perwara disusun dalam empat deret membentuk empat persegi panjang yang konsentris. Pada deret I terdapat 2 bangunan, deret II 44 bangunan, deret III delapan puluh bangunan, dan deret IV terdapat delapan puluh delapan bangunan. Seluruh Candi Perwara yang berada pada deret I, II Dan IV mempunyai orientasi keluar (membelakangi Candi Induk), sedangkan deret III mempunyai orientasi kedalam (menghadap Candi Induk), Candi Apit terletak di antara Candi Perwara deret II dan III, masing-masing sepasang di setiap penjuru. Kedudukan setiap pasang Candi Apit mengapit jalan yang membelah halaman ke dua tepat pada sumbu-sumbunya. Delapan Candi Apit tersebut mempunyai orientasi ke jalan yang membelah halaman kedua. Pada keempat ujung jalan di dekat pagar halaman ke dua, masing-masing terdapat sepasang arca Dwarapala ukuran raksasa. Tinggi arca kurang lebih 229,5 cm dan ditempatkan diatas lapik persegi setinggi kurang lebih 111 cm. Pintu dan pagar keliling halaman kedua yang terbuat dari batu putih pada saat ini dalam keadan runtuh. Namun berdasarkan reuntuhannya dapat diketahui bahwa pagar keliling halaman ke dua halaman ini berukuran kurang lebih seratus tujuh puluh meter kali seratus delapan puluh tujuh meter.

Relief yang terdapat pada dinding candi antara lain :

  • Kala makara disetiap ambang pintunya.
  • Relief dewa yang duduk vajrasana, terdapat dibawah kala. Dengan hiasan kepala berupa siracakra (hiasan api) yang melambangkan sebagai dewa.
  • Relief pada dinding luar pagar terdapat relief penari dan pemain kendang.
Candi Sewu

Candi Sewu

Guarapala di Candi Sewu

Dwarapala di Candi Sewu

Candi Sewu secara vertikal dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki, tubuh dan atap candi. Seluruh bangunan terbuat dari batu andesit kecuali inti bangunannya yang terbuat dari tatanan bata merah yang membentuk kubus. Struktur bata merah berbentuk kubus ini tidak dapat dilihat dari luar karena letaknya berada di dalam bangunan.

Relief pada Candi Sewu

Relief pada Candi Sewu

Salah satu sudut Candi Sewu

Salah satu sudut Candi Sewu

Candi Sewu dilihat dari depan

Candi Sewu dilihat dari depan

Pada kaki candi terdapat sederetan hiasan relief yang menggambarkan motif purnakalasa atau hiasan jambangan bunga, juga “arca” singa pada setiap sudut pertemuan antara kaki dan struktur tangga. Selain itu pada sisi luar pipi tangga yang ujungnya berbentuk makara, terdapat relief yang menggambarkan seorang raksasa yaksa, kalpawrksa, dan jambangan bunga berbentuk sankha.

Trimakasih telah mampir ke sini, semoga bermanfaat untuk lebih melestarikan dan mencintai hasil karya budaya bangsa sendiri.

Wisnu Jadmika penulis modul untuk Seni Budaya SD, SMP, SMA, dan SMK

Wisnu Jadmika penulis modul untuk Seni Budaya SD, SMP, SMA, dan SMK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: